Posted by: sopyanmk | 23/11/2009

Pak Presiden, Ksatrialah!

Pak Presiden,
Dulu anda berjanji kepada rakyat,
Dulu anda menebar pesona dengan kata-kata
Dulu anda menebar janji-janji manis
Anda berjanji akan kesejahteraan!
Anda berjanji akan kesetaraan!
Anda berjanji akan keadilan!
Anda berjanji akan anti korupsi!
Anda berjanji akan kebesaran bangsa!

Kini,
Mafia hukum yang kau canangkan tak lagi kau hiraukan
Seorang nenek yang tak berdaya habis dimakan hukum
Korupsi di berbagai departemen dan pemerintah daerah makin merajalela
Nepotisme semakin kental tak terkendali
Aroma kolusi pada kasus Bank Century sangat menyakitkan rakyat

Kini,
Banyak rakyat yang kecewa
Anda seperti tak lagi berkarakter sebagai seorang ksatria
Mana kecintaan anda terhadap rakyat?
Apakah mereka hanya alat eksploitasi untuk jabatan anda?
Jangan hancurkan harapan rakyat akan keadilan!
Jangan menghancurkan satu-satunya mimpi yang tersisa dari kebesaran negara ini!

Hukum!
Akan membelit anda kalau sudah menciderai rakyat,
Akan mengganyang anda dunia dan akhirat walau kini selamat
Akan menistakan anda walau kini tersembunyi

Hukum adalah keadilan …
Lalu, seperti apakah hukum akan menjadi kalau anda lebih mencintai stabilitas semu dibandingkan dengan kecintaan terhadap rakyat.

Kami tidak siap dikecewakan…
Maka jangan salahkan kami kalau mengecewakan anda…

Pilihannya…
Jadi Ksatria terhormat
Atau pengecut seperti cecurut…

23 November 2009

Posted by: sopyanmk | 16/11/2009

Workshop Sains dengan Bang Muzi #1

Hari Minggu tanggal 15 November Akhirnya sesi pertama workshop Sains bersama Bang Muzi bisa dilaksanakan di Gedung P4TK. Tema yang diambil pertama kali adalah tentang bunyi. Berikut adalah dialog dan keriangan dari peserta. Untuk photo-photo silahkan bisa dilihat di:
http://facebook.com/prasastiimani
http://www.flickr.com/photos/9183741@N08/

Pak Muzi memulai dengan beberapa pertanyaan…
Apa tujuan anak belajar science?
Apakah pembelajaran science itu efektif?

“Einstein: salah satu cara mengajak anak belajar adalah dengan memberikan contoh”
Berikut adalah jawaban guru-guru ketika ditanya manfaat belajar sains:
Mengenal lingkungan
Mengenal kebesaran tuhan •

Pak Muzi bilang,
saat ini anak-anak lulus hanya menghasilkan generasi penghafal.
Sejarah science yang mandeg, contohnya sejarah bajak sawah hampir tidak berubah lebih dari 2000 tahun di Indonesia. Padahal di Amerika sekarang seorang petani bisa mengerjakan sawah 2 hektar.
Indonesia butuh masyarakat science bukan berlian science. Read More…

Posted by: sopyanmk | 25/10/2009

Otokritik untuk Penguasa

Tulisan ini saya copy and re-publish di sini dari sahabatku Tedy Ruchyat pada grup Komunitas Orang Indonesia. Cerita yang panjang untuk menjelaskan sejarah kami berdua. Namun semoga tulisan ini berguna. Judulnya saya ngarang saja mudah-mudahan relevan.

+++++

Dari khasanah geografis dan keragaman etnik, AKU BERSYUKUR hidup di tanah yang di namai Indonesia ini…

Tapi dari mental dan cara struktur total ketatanegaraan memperlakukan rakyatnya AKU MUAK!!!

Rakyat selalu jadi objek perahan saat berurusan dengan birokrasi, meski hanya untuk membuat legalisasi identitasnya apalagi kepemilikannya… dari struktur birokrasi terendah sekalipun…

Beban pembobolan anggaran, hutang negara dan Pencoleng kekasih negara (penerima BLBI) tetap menjadi beban rakyat.

Para pemegang hak ulayat yang telah hidup dari generasi ke generasi diberbagai padalaman, hanya bisa terpana saat kampung, sumber air, hutan dan gunung mereka di jarah cukong2 lokal dan asing.. yang mengantongi ijin penjarahan…

Entah untuk berapa lama Indonesia ini akan ada, karena hukum keadilan pasti berjalan… Kerusakan PASTI melahirkan KEHANCURAN!!!

Smg saja genderang perang PEMERINTAH terhadap korupsi dan segala bentuk manipulasi yang telah terjadi slama ini pada dirinya, bukan sekedar NINA BOBO… karena langkanya keberanian mengamputasi organ sendiri…

Smg para pecinta kedamaian, para pejuang tanpa jabatan, para pemelihara lingkungan tanpa penghargaan, para pemberi tanpa jaminan, para penolong tanpa kenangan seperti ANDA, makin tumbuh dan bertebaran di belahan daratan yang bernama Indonesia ini… UNTUK SESEGERA mungkin menjadi pengganti generasi Absurd!!!

Yang mungkin saja telah memulainya dari celah-celah bukit, dari balik gunungan sampah, dari hiruk pikuk pasar becek, dari sekolah2 yang tlah roboh, dari kampus yang tungang-langgang…

karena PEJUANG tetap PEJUANG

Posted by: sopyanmk | 22/10/2009

Surat untuk Pak Presiden

Pak Presiden yang terhormat,

Pertama-tama saya mengucapkan selamat atas dilantiknya Pak Presiden
untuk yang kedua kalinya. Harapan saya, semoga periode pertama bisa
menjadi pelajaran untuk dijadikan pembuktian kepada konstituen Bapak
untuk memberkan bukti bahwa pilihan itu tidak salah. Ada jutaan harapan
dari rakyat ketika kami memilih. Bukan sekedar karena kegagahan, bukan
karena kegantengan, bukan karena keramahan, namun saya berharap kami
bisa hidup lebih layak dan tidak berada dalam kesenjangan yang sangat
jauh menjulang.

Pak Presiden yang terhormat,

Hari ini…
Masih banyak bayi yang kekurangan gizi…
Masih banyak pemuda nganggur dan banyak yang memilih jalan melanggar hukum… mereka perlu lapangan kerja…
Masih banyak buruh dengan upah pas-pasan karena pengusaha kecil sulit mencari kredit untuk pengembangan usahanya…
Masih banyak petani yang sulit mencari pupuk bahkan yang asli sekalipun…
Masih banyak pedagang yang kesulitan mencari tempat jualan dan terpaksa di pinggir jalan…
Masih banyak sekolah yang rubuh dan kekurangan guru…
Masih banyak anak usia sekolah yang terpaksa memilih bekerja demi kehidupannya. ..

Harapan kami…
Bangunlah jalan dan jembatan yang bisa bertahan 1000 tahun sehingga
kami tidak selalu dihadapkan pada jalan bolong yang mengganggu laju
kendaraan butut saya…
Bangunlah birokrat yang jujur dan tidak arogan dan sok kuasa….
Berikan pelajaran kepada mereka akan kerja keras… cinta… dan ketulusan…

Bapak Presiden yang terhormat,

Jangan jadikan periode ini untuk menambah beban tanggung jawab yang sulit dipertanggungjawabk an di akhirat….
Tunjukkan kebenaran adalah kebenaran…
Tunjukkan kesalahan adalah kesalahan…
Kami siap berjuang bersama-sama

Salam,
Sopyan

Posted by: sopyanmk | 18/10/2009

From Purwokerto to Purwakarta

Aneh…
Memang aneh di dunia ini, ada dua nama mirip yang membedakan hanya huruf “a” dan “o”. Tapi secara umum dalam realitas menjadi sangat berbeda. Kota purwokerto yang sepertinya melesat jauh dalam peradaban. Ditambah dengan segala popularitas dalam prestasi maupun dalam dunia selebritis, pasti akan mengingatkan kita pada kota yang cukup sejuk itu.

Purwakarta?
Kini bagaikan sebuah tempat yang mulai ditinggalkan setelah jalan tol bandung jakarta selesai dibuat. Dulu, Purwakarta dikenal dengan jalur cepat jika tidak ingin terjebak kemacetan di Puncak. Kini, Purwakarta pun harus berjuang untuk menjadi eksis tanpa harus mengandalkan jalur lalulintas yang memang akan menjadi semakin sulit.

Jumat malam jam 10an saya dapet SMS dari sohib pak dosen PKn di UNJ (Yuyus Kardiman) supaya Sabtu,17 Oktober 2009 gantiin dia untuk presentasi pada acara MGMP PKn di Purwakarta. Kebetulan, ketua MGMP nya Pak Fatoni adalah kakak angkatan. Dia dulu angakatan ‘92, hmmmm jadi nostalgia nih. Walau dengan persiapan mepet dan harus begadang sampai jam 2. Saya bilang siap deh… kenapa tidak? Aku bisa bersilaturahmi dan bisa jalan-jalan mengenal lebih dekat purwakarta.

Walau rada mengira-ngira jalan, akhirnya ketemu juga Bis jurusan Bogor – Purwakarta yang kebetulan juga belum penuh, jadi bisa cari posisi yang uenak untuk melanjutkan tidur semalam yang dirasa kurang. Menjelang sampai ada yang lucu. Pak Toni bilang, sebaiknya berhenti di Pabrik Bata begitu ia menulis dalam sms. Saya pikir, di purwakarta ada juga pabrik Bata… kirain di Majalengka saja. Ketika saya confirm ke sopir dan kondektur, tiba-tiba ia bilang tuh… pabrik bata. Wah… saya bingung ternyata itu pabrik sepatu hahahaha…

Saya dijemput di depan pabrik Bata untuk mampir sejenak ke SMP Negeri Bungur sari. Sekolah yang asri, walau dekat makam tapi tidak menunjukkan keseraman. Ada satu hal yang saya bangga mendengar cerita dari Pak Toni, ia menunjukkan Mesjid yang berdiri cukup megah hanya dengan mengumpulkan uang Rp200 /hari. Saya kagum, dalam benak saya yang muncul adalah… kalau pantia gak amanah… mana mungkin mesjid mewah itu jadi. Bravo deh…

Selanjutnya, saya bersama Pak Toni ke SMP Negeri 7 Purwakarta. Sekolah yang asri di pusat kota. Sampai di sana peserta ada sekitar 30 orang. Hanya saja, ternyata ada sedikit problem karena tidak ada projector. Hmmmm projector sendiri mau di bawa tapi lagi rusak, cahanyanya kurang bagus…. Akhirnya presentasi dilakukan diiupayakan maksimal walau jadinya tanpa gambar… hanya coretan2 liar di papan tulis. Tak lupa saya promosikan juga buku the leader in Me dan The Tribe.

Hasilnya, asyik juga. Guru-guru terlihat antusias dan bersemangat sekali. Sehingga, dua jam bisa diselelsaikan dengan lancar… Alhamdulillaah.

Salut banget buat MGMP PKn di Purwakarta. MGMP Kota lain…? semangat!!!!logo-purwakarta

Older Posts »

Categories