Posted by: sopyanmk | 17/12/2014

GURU BERSERTIFIKASI MENGAJAR, ATAU?


Sopyan Maolana Kosasih*

 

Munculnya tulisan ini adalah ide spontan dari sebuah obrolan dengan kawan guru yang sudah lama tidak bertemu. Walau obrolan awalnya hanya seputar keluarga dan pekerjaan ujung-ujungnya pasti nyerempet ke Kurikulum 2013 dan sertifikasi. Hal yang lumrah ditengah kebijakan yang akhirnya dipolemikkan oleh kepentingan-kepentingan yang bisa jadi berlandaskan keilmuan, kepentingan kelompok atau golongan, bahkan yang UUD (Ujung-Ujungnya Duit).

Mau dibawa kemana pendidikan ini? Pertanyaan ini layak diberikan bukan hanya kepada penguasa yang diwakilkan oleh kemdikbud tetapi juga oleh pejabat struktural pendidikan dari provinsi sampai Kota/Kabupaten, para orangtua, guru, peserta didik, bahkan para pengusaha besar sampai pedagang ternyata bukan hanya perusahaan percetakan buku, tetapi ternyata perusahaan telekomunikasi banyak meraup untung akibat penggunaan data internet yang melonjak akibat tugas yang diberikan guru. Tentu saja telefon pintar pun tidak ketinggalan. Sepertinya dunia pendidikan semakin maju?

Kembali ke guru, pada waktu selesai mengikuti diklat lima hari, ternyata masih banyak guru yang bingung karena belum memahami dengan baik apa sejatinya yang harus dilakukan ketika berada di kelas dengan menggunakan jurus 5M. Selain itu diikuti dengan langkah penilaian yang harus dilakukan sejak guru masuk ke dalam kelas sampai selesai melaksanakan pembelajaran. RPP yang tebal bahkan seperti makalah profesor untuk sebuah seminar, format penilaian yang aneka ragam, serta komputer jinjing yang harus disiapkan lengkap dengan proyektor seolah menjadi gambaran ideal seorang tenaga pendidik yang siap menjalankan kurikulum 2013. Pertanyaanya adalah, apakah semua guru bisa menggunakan komputer untuk membuat RPP? Apakah semua guru bisa membuat media pembelajaran untuk menunjang 5M? Apakah semua kelas di setiap sekolah memiliki faslitas proyektor? Apakah semua sekolah memiliki listrik? Apakah semua tenaga pendidik memiliki kapasitas dan terlatih kreatif untuk memanfaatkan semua fasilitas di lingkungan sekolah dan alam sekitar untuk kegiatan pembelajaran? Sepertinya semua sudah mafhum dengan jawaban yang akan keluar dari setiap pertanyaan di atas. Pertanyaan berikutnya adalah, mengapa para guru ngotot ingin sekolahnya melanjutkan kurikulum 2013?

Usut punya usut ternyata ada kepentingan yang besar dari guru terkait dengan hajat hidup yang menjadi pertimbangan kenapa kurikulum 2013 harus dilaksanakan. Intinya adalah sertifikasi! Semua sudah paham bahwa ada perbedaan jam pelajaran yang signifikan antara kurikulum 2006 dengan kurikulum 2013. Perbadaan ini tentu menjadi pertimbangan utama di atas segala permasalahan kurikulum itu sendiri. Karena jam pelajaran terkait dengan tunjangan sertifikasi yang nominalnya sebesar gaji pokok.

Pertanyaan berikutnya adalah mengapa sedemikian khawatirnya para guru jika 24 jam pelajaran tidak terpenuhi? Asal tahu saja, syarat 24 jam itu adalah elemen pertama dan utama untuk menentukan seseorang menerima atau tidak menerima tunjangan sertifikasi. Mengapa bisa begitu? Faktanya dilapangan bisa diketahui, mau kualitas guru seperti apapun selama sudah mengikuti PLPG atau portofolio asalkan sudah dinyatakan lulus dan mengajar 24 jam, maka guru tersebut berhak untuk mendapatkan tunjangan sertifikasi. Bagaimana kalau hanya 22 jam atau bahkan 23 jam? Jangankan kurang 2 jam pelajaran, kurang satu jam pelajaran pun maka atomatis guru tersebut tidak akan menerima tunjangan.

Kebijakan ini memang sedikit aneh, lalu kalimat guru tersertifikasinya dimana? Harusnya yang menjadi acuan seorang guru dinyatakan tersertifikasi dan berhak mengajar di Republik Indonesia bukan karena 24 jam saja tetapi yang paling inti adalah guru tersebut memang memiliki kelayakan mengajar sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Inilah yang menyebabkan dibeberapa daerah bereaksi keras ingin kurikulum 2013 dilanjutkan. Tentu saja kebijakan daerah ini patut diapresiasi karena jelas mereka membela kepentingan guru agar selalu mendapatkan tunjangan sertifikasi seperti biasanya. Jadi andai saja Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menetapkan: Sekolah yang baru melaksanakan K2013 satu semester silahkan menggunakan kembali kurikulum 2006 dengan komposisi jam pelajaran seperti K2013. Apakah para guru akan bertahan untuk melanjutkan melaksanakan kurikulum 2013?

 

Dipersembahkan untuk kawanku M. Kholid dan Jalu Noor Cahyanto.

17 Desember 2014

*) Guru


Responses

  1. Negara Indonesia adalah Negara yang memiliki beragam jenis pulau , agama , suku dan beragam jenis lainnya. Contoh , yaitu pulau , Indonesia mempunyai beragam jenis pulau , yang sangat banyak , luas , dan indah. Maka dari itu Indonesia disebut sebagai Negara Kepulauan . Dan tak jarang banyak turis dari luar banyak berrdatangan ke Indonesia untuk melihat indah pemandangan di Indonesia, contohnya pulau yang sangat ramai dikunjungi turis yaitu pulau Dewata , Bali. Dan selain memiliki pulau-pulau yang sangat indah , Indonesia juga memiliki berbaga jenis agama , contohnya yaitu Agama Islam , Kristen , Protestan , Konghucu , Hindu , dan Budha.tetapi walaupun Indonesia memiliki berbagai jenis Agama, tetapi tidak membuat kita untuk saling membedakan teman. Selain memiliki berbagai jenis agama. Indonesia juga memiliki berbagai jenis Suku , contohnya seperti , Suku Bugis , Suku Dayak , Suku Toraja , dan berbagai jenis Suku lainnya. Dari Suku tersebut memiliki ciri khasnya masing-masing , seperti dari adat istiadatnya , bahasanya , dan ciri khas lainnya. Selain dari Suku , Pulau ,dan Agama. Indonesia juga kaya akan sumber daya alamnya ,seperti pertambangan emas ,pertambangan minyak , dan pertambangan lainnya. Namun dari sisi lain , Negara Indonesia merupakan tingkat ke-2 kasus korupsi di ASEAN. Namun walaupun seperti itu mudah-mudahan kedepannya Negara Indonesia menjadi lebih baik. Dan kasus korupsi sudah tidak ada lagi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: