Posted by: sopyanmk | 11/11/2012

PROFESIONALISME GURU SETELAH TAHUN 2013


Oleh: Sopyan Maolana Kosasih, S.Pd*

 

                Reformasi di dunia pendidikan akhir-akhir ini semakin kencang bergulir bagaikan bola salju yang tidak bisa ditahan. Hal ini menuntut usaha keras dari para tenaga pendidik untuk mempu berevolusi bahkan berevolusi guna mengejar dan beradaptasi dengan perubahan. Guru yang selama ini terlena dalam zona nyaman dan dunia yang “sepertinya” tidak memiliki tuntutan yang berat. Saat ini dan sebelumnya semua seolah berjalan dengan lambat. Terjadinya rutinitas ini seolah menjadi pembenaran terhadap stigma pendidikan Indonesia yang sering disebutkan mengalami stagnasi bahkan degradasi baik dalam mutu lulusan,  mutu pembelajaran, mutu pendidik, dan mutu sarana prasarana sekolah yang semakin menghawatirkan.

                 Salah satu isu yang hangat dalam trend tahun 2013 yang harus dilakukan oleh guru adalah program pengembangan diri yang dilakukan terus menerus. Harapannya setelah guru melakukan pengembangan diri diharapkan munculah yang namanya kreatifitas setiap guru dan memacu untuk menghasilkan karya-karya inovatif atau pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan yang tidak hanya dilakukan di dalam kelas tetapi ditantang untuk berbagi pengalaman kepada yang lain baik dalam publikasi di forum ilmiah maupun di publikasikan dalam jurna-jurnal ilmiah dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

                Sangat menarik, sejauh ini guru-guru di Indonesia seolah menenggelamkan diri dalam kepasrahan pada dunia ketidakmampuan untuk melakukan karya inovasi terutama dalam bentuk tulisan. Memang menarik untuk direnungkan, betapa guru yang dalam setiap aktivitas pembelajarannya selalu meminta peserta didik untuk menulis justru seolah kehilangan akal untuk menulis dalam bentuk karya ilmiah maupun dalam bentuk PTK. Kini guru tidak lagi memiliki alasan untuk menghindar, karena ketentuan mengenai pengembangan diri sudah ditentukan dalam PERMEN PAN & RB No. 16 Tahun 2009.

                Kini guru harus bersiap-siap untuk mengingat dan melatih kembali keterampilan-keterampilan yang sudah lama terpendam oleh kesibukan dan motivasi yang hilang. Untuk itu diperlukan usaha bersama dengan berada pada lingkungan atau forum-forum yang mendukung seperti MGMP atau forum ilmiah lain yang bisa membangkitkan kembali semangat untuk berkarya, semangat untuk melayani, dan semangat untuk memberikan yang terbaik kepada peserta didiknya.

                Kini, semua harus tercatat, tersusun, dan terencana dengan baik karena Penilaian Kinerja Guru tidak sekedar dalam DUPAK atau DP3. Kini Penilaian Kinerja Guru akan menentukan keberlangsungan karir guru itu sendiri. Tentu saja untuk melejitkan PKG diperlukan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang benar-benar terukur sesuai dengan kebutuhan guru-guru di setiap unit kerja. Dampak positifnya adalah pelatihan yang akan diberikan atau tugas yang akan diberikan kepada guru harus sesuai dengan kebutuhan setiap individu guru itu sendiri.

                Semoga program-program di atas bisa berjalan dengan baik sehingga mutu pendidikan di Indonesia akan mampu bersaing kembali dalam percaturan global yang sudah sekian lama terpuruk dan tertinggal. Maju terus pendidikan Indonesia.


Responses

  1. itu untuk guru PNS kan? Seringkali, di mana pun itu, guru PNS hanya mampu bicara di area PNS. Mereka tak pernah mau menyentuh tentang bagaimana nasib WB dan non PNS. Menyebalkan…

    • ya untuk semua, karena semu aharus profesional…

  2. Ragam Budaya Indonesia
    Kebudayaan Indonesia, Budaya merupakan suatu kebiasaan yang mengandung nilai nilai penting dan fundamental yang diwariskan dari generasi ke generasi. Warisan tersebut harus dijaga agar tidak luntur atau hilang. Sehingga dapat dipelajari dan dilestarikan oleh generasi berikutnya. Tanpa adanya kebudayaan, suatu negara tidak dapat mempunyai ciri khas dimata dunia. Namun yang menjadi kegelisahan para seniman dan tokoh masyarakat yang sudah bergaul dengan kebudayaan alami Indonesia adalah tidak adanya pengakuan atau pengukuhan atas berbagai macam suku, budaya, adat dan kekayaan alam Indonesia oleh pemerintah. Ini beberapa contoh adat istiadat yang masih dilaksanakan dan dilestarikan dibeberapa daerah di Indonesia : Suku Toraja, Ngaben, Suku Dayak, Kampung adat Naga, Suku Bugis
    *Sopyan 8e


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: