Posted by: sopyanmk | 27/01/2011

Guru pun Bisa Mengubah Dunia! (1)


Permasalahan guru
Dalam beberapa seminar atau workshop yang pernah diikuti, pertanyaan-pertanyaan dari peserta hampir bisa dipastikan akan memunculkan pertanyaan-pertanyaan guru dengan isu yang sama. Kadang-kadang saya sering berpikir nakal dengan memberikan asumsi bahwa masalah pendidikan memang memiliki permasalahan yang sama namun penanganan yang dilakukan dimanapun masih belum bisa menjadikan solusi. Lambatnya perubahan untuk melakukan perubahan di persekolahan menjadi tanda akan lambat perubahan yang terjadi di negeri tercinta ini.

Beberapa permasalahan dengan murid yang sering muncul diantaranya:
“Saya berusaha melakukan pendekatan kepada murid agar ia dapat berubah, namun muridnya tetap saja murid tidak berubah bahkan seperti menantang”

“Murid tahun ini lebih nakal dan tidak menunjukkan sikap hormatnya kepada guru”

“Anak-anak malas mengumpulkan tugas”

“Murid-murid sering bermain telefon seluler di kelas”

“Saya biarkan murid saya nyontek, daripada nilainya jelek”

“ Anak-anak banyak membawa video porno di sekolah”

“Murid jaman sekarang sudah biasa gonta-ganti pacar”

“Anak-anak merokok di lingkungan sekolah”

“Di kelas anak-anak pasif dan tidak konsentrasi mengikuti pelajaran”

“Murid-murid lebih suka menyontek daripada mengerjakan sendiri sehingga jawaban soal seragam”

Permasalahan yang muncul dengan tugas pribadi, diantaranya:

“Perubahan kurikulum itu bikin repot”

“Perangkat pembelajaran yang saya buat hasil foto copy dari penerbit atau teman saya”

“Saya tidak memeriksa ulangan”

“Saya tidak memperhatikan kerapian pakaian murid-murid di sekolah”

“Saya tidak suka ikut pelatihan”

“Saya tidak mau tahu dengan permasalahan murid saya, yang penting mereka harus mengerjakan tugas”

Hal yang berkaitan dengan atasan atau system di sekolah, misalnya:

“Kepala sekolah saya tidak perhatian terhadap masalah guru”

“Kepala sekolah selalu bertindak sewenang-wenang”

“Kepala sekolah pilih kasih dalam penunjukkan dan pemberian tugas”

“Saya dipersulit ketika mau naik golongan”

“Rapel gaji tidak pernah datang tepat waktu”

Dari sedikit permasalahan di atas, kita bisa merasakan betapa saat ini sekolah hampir bisa dipastikan tidak kondusif untuk melaksanakan proses pembelajaran. Hampir semua kasus diselesaikan dalam bentuk tindakan reaktif bukan persuasive dalam konteks jangka panjang dan tuntas. Pendekatan seperti ini jelas akan menyebabkan suasana dalam proses pembelajaran menjadi tidak maksimal.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: