Posted by: sopyanmk | 19/10/2010

You Can Shine (Inspiring Teacher Seminar)


Minggu, 10 Oktober 2010 adalah hari spesial karena harus memenuhi undangan dari Yayasan Nurul Fajar yang mengadakan acara seminar. Kegiatan ini sebetulnya sudah jauh-jauh hari dirancang namun beberapa kali pula diundur. Alhamdulillaah hari ini bisa terlaksana. Walaupun badan kurang fit setelah malam sebelumnya kena demam, dengan mengucap bismillaah maka perjalananpun dilaju. Alhamdulillaah badan tidak menjadi kendala terutama pada waktu tampil bergantian dengan Bapak Sidik.

Datang sedikit terlambat karena harus menjemput dengan teman saya Yudho yang berminat mengikuti seminar.Sebetulnya agak grogi jadinya karena ada temen kuliah pula yang akan menyaksikan performance-ku. Sebetulnya aku juga janjian dengan Kang Yayat untuk membahasa seminar PTK berkerjasama antara Bogor Education Center, Yayasan Nurul Fajar, dan Tabloid Aksara. Alhamdulillaah Yayasan Nurul Fajar berkenan untuk bekerjasama dan membantu.

Pada waktu presentasi, saya sebetulnya rada nervous apalagi ingat ada beberapa slide yang tidak sempat di edit lagi karena keburu sakit. Alhamdulillaah para guru terlihat antusias apalagi ketika membahasa analogi-analogi sekolah, guru, dan peran guru dengan video. Saya sempat melihat dari ujung mata beberapa peserta bahkan menitikkan air mata waktu melihat “You Can Shine” video yang merupakan video dari iklan salah satu produk pencuci rambut.

Para pesertapun tersenyum simpul pada waktu melihat Goofy, tokoh kartun yang polos, lugu, dan selalu memberikan yang terbaik buat murid-muridnya. Mungkin ini menjadi gambaran dalam pengalaman hidup. Bisa jadi masa kecil atau pada waktu mengajar saat ini. Goofy memang ajaib.

Video tayangan ke-3 adalah cuplikan audisi British Got Talent. Video ini ditujukan untuk menyadarkan para guru bahwa ada banyak potensi terpendam yang ada disekitar murid-murid kita yang akan terus terpendam kalau kita tidak bisa menggali dan mengembangkan potensinya. Jadi waspadalah! waspadalah! waspadalah! jangan sampai kita melupakan dan mengabaikan murid-murid kita.

Sayang sesi pertanyaan memang terbatas waktunya sehingga peserta belum maksimal untuk mengelaborasi permasalahan yang muncul. Tapi sepertinya banyak peserta yang terusik nuraninya dari beberapa video yang saya sampaikan. Semoga…

Semoga pengalaman ini menjadi inspirasi buat guru-guru seperti tema yang digadangkan oleh Ibu Lisda and Team. Amin

10 Oktober 2010


Responses

  1. keren, i like it…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: