Posted by: sopyanmk | 11/08/2010

Workshop @Cimahi


Jumat sore, 23 Juli 2010 bergegas naik bis MG menuju Bandung (Leuwi Panjang) untuk selanjutnya langsung naik angkot ke Cimahi. Macet sampai bekasi yang dilewati setengah bermimpi dilanjutkan dengan kecepatan tinggi sampai ke Bandung. Sempat terlewati hotel yang akan dituju, beruntung tempat putarannya tidak terlalu jauh sehingga jam 8an sudah sampai. Sebelum masuk hotel mampir dulu mencari makan sambil mencoba kuliner Cimahi. Sayang, menu yang dicicipi rasanya tidak maksimal, rasa soto ayamnya aneh hahaha… untung ada tukang sate ayam yang bisa dipesan dengan kilat. Tapi perasaan jadi seperti rakus hahaha.

Setelah masuk hotel, yang terpikir adalah bagaimana memaksimalkan slide dan urutannya. Maka begadanglah sampai jam 1 malam. Setelah merasa puas dan siaran televisi tidak ada yang menarik, secepatnya berdoa “Bismika allahuma ahya wa amut”. Nyenyak, pulas, dan tetep kedinginan walau selimut sudah dua hahahaha…. padahal tanpa AC, Bandung getoloh…

Pagi-pagi penasaran ingin menikmati udara segar Cimahi, sayangnya ternyata sejak jam 6 pagi sepeda motor berlarian tanpa henti dan itu sedikit menakutkan saya untuk menyeberang. Hmmm bubur segarpun terhidang dan hmmmm nikmat sekali rasanya.

siangnya jam 10 saya naik angkot menuju lokasi workshop. Ruangan yang cukup nyaman, sejuk, dan representatif untuk workshop. Peserta yang datang sekitar 100 orang terlihat antusias. Apalagi saat saya datang sedang berlangsung sesi Principal English-American School. Sangat informatif sekali, sehingga jadwal yang sebelumnya harus usai sebelum jam 11 terpaksa ditutup hampir jam 12. Peserta memang sangat antusias.

Makan siang bersama para pengurus yayasan yang mengundang obrolan seru pun terjadi, apalagi Om Amrik itu cukup ramah dan sangat open minded sehingga saya gak terlalu minder hahaha. Bahasa Indonesianyapun lancar. Diskusi menariknya adalah ketika ia dengan tegas mengatakan bahwa urusan pendidikan agama adalah urusan keluarga, jadi ia tidak takut menyekolahkan anaknya di sekolah katolik. Saya inget, kebanyakan orang Amerika adalah Protestan. Kalau sudah begitu, saya malu karena sering menyerahkan urusan agama kepada TPA, sekolah, atau mesjid. Wah wah wah… Yang menarik adalah, dia dengan semangat mengatakan mau ikut sesi saya karena ia harus mengikuti pelatihan dalam setahun selama 150 jam. Kalau itu terpenuhi baru Teaching Lisence nya bisa diperpanjang. Di Indonesia? hmmm mana tahan. banyak orang yang sudah sertifikasi merasa sudah hatam tidak perlu ikut lagi belajar, ya karena gak ada aturan itu juga kali ya…

Sesiku dimulai pukul 13.00 harusnya selesai pukul 15.00 tapi karena ada salah informasi mengenai jam akhirnya selesai jam 4 sore. Untung peserta masih antusias… atau jangan-jangan terpaksa saja sambil nunggu sertifikat dibagikan hahaha.

Korbannya adalah Fifi, karena aku janji ma dia dan Isni untuk ketemu di Mall Cimahi. Dia komplain karena sudah menunggu dari jam 2 siang dan udah ngabisin 2 mangkok es-krim hahahahaha.

Untung be-te dia bisa terobati dengan obrolan seru sekitar peluang pendirian TK di Cimahi. Hmmm ceritanya sih diminta bantuin set-up untuk TK. Eh, Isni pun tertarik pula bikin sekolah… wah Cimahi bisa nambah sekolah tahun depan hehehehe..

Salam hangat untuk teman-teman di Cimahi.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: