Posted by: sopyanmk | 06/06/2010

Pattern for a life


Pagi ini saya mendapatkan update tentang berbagai macam worksheet sample. Salah satu yang menarik adalah ketika melihat contoh pattern. Saya jadi teringat ketika mengisi soal-soal test potensi akademik yang kurang lebih bentuk soalnya sama. Pertanyaan saya adalah “Mengapa Test Potensi Akademik hanya mengeluarkan soal-soal yang “mudah”? Hanya gambar-gambar atau simbol-simbol yang dilanjutkan?

Setelah melihat ini saya jadi berpikir bahwa dalam pembelajaran matematika di Indonesia, guru matematika tidak mengajarkan pattern. Guru lebih senang menjelaskan rumus singkat dibandingkan mengajak siswa untuk menemukan formula yang bisa dia pahami, dengan bahasa dia sendiri, yang akan membantu dirinya untuk memahami soal di masa depan dengan lebih baik. Lalu mengapa pattern diabaikan? padahal konsep pattern malah sering menentukan karir dan nasib seseorang.

Pattern dahsyat sekali ternyata.

Salam,
Sopyan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: