Posted by: sopyanmk | 04/04/2010

Catatan Kecil International Teacher Conference


Tanggal 3 April 2010 saya berusaha menyempatkan diri untuk menghadiri undangan International Teacher Conference yang diadakan oleh Majalah Guruku bersama Bakti BUMN. Sebuah perhelatan yang megah karena diselenggarakan di Hotel Sahid dengan pembicara lokal (para birokrat departemen dan pemimpin beberapa BUMN), ada Pak Johanes Surya, dan hampir di setiap sesi ada pembicara asing. Sayang RI-1 tidak datang, katanya sih lagi sibuk di hajatannya Abu Rizal Bakri… hmmmm selalu begitu ya.

Setelah pembukaan, kegiatan selanjutnya adalah presentasi dari Mr. Dacosta dari USAID yang bercerita tentang perbandingan sekolah di Amrik dengan di Indonesia. Dia menjadi sangat paham karena memang kerjaan dia adalah membuat pelatihan di berbagai daerah di Indonesia dengan DBE nya. Sayang… hanya sebatas statistik dan tidak menukik kepada sesuatu yang lebih dalam. Jadinya hanya sebatas informasi saja. Kegiatan selanjutnya adalah presentasi dari perwakilan Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama. Judulnya keren banget mengenai strategi pengembangan madrasah. Isinya? Melulu masalah pendidikan di Kementrian Agama, kurang sdm lah, bangunan rusak, guru malas, dan seabrek masalah… Walah, kirain gak gitu ya… (sayang gak bisa nanya… kalau saja dapet… aku hajar dengan pertanyaan segambreng).

Selanjutnya talk show Wakil Mendiknas Bapak Fasli Jalal. Nah… kalau ini lumayan enak didengarkan. Selain presenternya juga menyenangkan, topik yang disampaikannya juga cukup menarik. program-program dan janji pembenahan menjadi sorotan. Bahkan beliau nantangin kalau ada kecurangan-kecurangan. Tapi lagi-lagi ujungnya formalitas… hmmm susah ya dapat kesempatan diskusi intensif. Harus main ke kantornya sepertinya.

Setelah makan siang dan melihat galeri stand yang cukup wah….
Saya mendengarkan presentasi dari Pak Johanes Surya. Tapi topiknya perasaan selalu sama. Dia selalu ngomong “Tidak ada murid bodoh jika gurunya OK dan metodenya OK”. Tapi secara umum dia cukup menarik untuk didengarkan. Apalagi dari daerah lain pasti dahsyat mendengarkan salah satu icon olimpiade IPA hehehehe

Nah… selanjutnya adalah si Greg dari Seed…
Ganteng, lucu, enerjik, dan yang pasti ia dikerubuti oleh ibu-ibu untuk berphoto bareng halahhhhh…
Ia bercerita bahwa:
ada 10% anak yang Auditory
ada 30% anak yang visual
ada 60% anak yang kinestetik….
Hayoooooo
RPP guru-guru di Indonesia kebanyakan untuk auditory lho….alias kebanyakan ceramah.
Mantap kan? No wonder atuh kalau murid-murid gak mau belajar asyik di kelas…
Ada sih tips-tips dari si Greg..

Tapi untuk edisi berikutnya ya….


Responses

  1. Waduhh dah seru2 baca na.. eh d gantung. he he he..
    Tp gpp lah. Makasi sharing na Pak. Jd perasaan ikutan d forum tsb. Hiks…

  2. belajar teknik menggantung hehehehe

  3. Thx 4 sharing…
    saya penasaran cari hasil konferensi itu..

  4. hmmmm pasti ada di majalah guruku itu di edisi berikutnya. Mas Wirawan ikut atau tidak?

  5. tulisan pak sofyan nih, bagus-bagus dan bermanfaat. btw, kapan menulis tentang indismart? sok atuh diantosan tulisanna… nuhun

  6. Ditunggu tipsnya pak, penasaran jadinya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: