Posted by: sopyanmk | 15/03/2010

Petualangan di Banjar (1)


Tangggal 6 Maret 2010 saya berangkat menuju Tasik atau Ciamis untuk menghadiri undangan Pak Taufik dari Data Linguist yang menjadi penyelenggara seminar internasional di Banjar. Tasik atau Ciamis adalah check point buat saya sebelum sampai ke Banjar karena menurut informasi di Banjar hotel-hotel terbatas, belum lagi menjelang malam Minggu yang memang selalu penuh karena banyak orang yang akan berkunjung ke Pantai Pangandaran. Seminarnya sendiri akan dilaksanakan hari Minggu tanggal 7 Maret 2010.

Sebelum menuju Tasik, saya mampir dulu di Cianjur untuk menghadiri undangan temen-temen di Cianjur yang lama tak bertemu. Sungguh luar biasa bertemu kawan-kawan di sana… Thanks ya panitia.

Perjalanan dilanjutkan menuju Bandung dan hmmmm seperti diduga sebelumnya maceeeeettttt di padalarang… deg-degan juga apakah bisa sampai di Tasik atau terpaksa harus menginap di Bandung? Beruntung juga muncul ide naik taksi dari Leuwi Panjang ke Cicaheum. Lebih beruntung lagi Bis Budiman sudah siap berangkat, jadi tidak lama menunggu akhirnya bisa duduk dengan tenang dan tertidur lelap… Entah berapa lama perjalanan mungkin 3.5 jam waktu yang harus ditempuh karena jalan berliku, hujan, dan tentunya Nagreg yang bikin macet.

Turun dari Bis, sesuai petunjuk sahabatku Guntur, aku turun menuju kota naik angkot. Setelah bertanya tentang kemungkinan hotel yang nyaman untuk tidur dan persiapan presentasi. Akhirnya saya memilih hotel Ramayana. Waktupun sudah pukul 11.00 pm, dan waktu tak bisa menunggu…. langsung mandi, makan (lapar seharian hampir gak makan), lalu lanjur ngerapiin presentasi… hmmm ruginya ada beberapa video yang hilang. Sepertinya kehapus antivirus baru nih..

Pagi-pagi, walau sarapan telat…. ujungnya nyesel karena menjadi terlambat datang ke Rumah Kang Aris di Ciamis. Padahal Kang Aris mau ngajak mancing Gurame hmmmmmm yummy…. Menyempatkan diri mampir ke rumahnya sungguh menyenangkan karena bisa sedikit relaksasi setelah perjalanan yang membuat pegel naik bis kecil.

Perjalananpun dilanjutkan dengan menggunakan mobil Kang Aris, surprise berikutnya adalah mampir di Warung Jeruk. Warung sederhana namun pengunjungnya padat, dan yang lebih memukau adalah menu ayam dan ikan dalam 3 versi: di goreng, di pepes, dan di bakar… hmmmm menggoda deh. Kami memilih ayam goreng dan wah…. ukurannya besar banget dan bumbunya gurih sekali. Hal yang paling merasa dahsyat adalah variasi lalapan yang pasti jarang ditemukan di resto lain. Segala macam ada dan for free… Hanya satu yang rada ganjal, karena ada pete yang bijinya udah tua dan besar-besar… sayang, aku mau presentasi hehehehe… kalau tidak…. habis diembat deh.

Sampai di lokasi, saya harus berpikir keras untuk membuat peserta fokus dan bersedia mendengarkan presentasi saya….

dilanjut di ke dua ya….


Responses

  1. kakek nenek saya masih tinggal di Banjar ni, Pa.. Banjar dari tahun ke tahun semakin berkembang dari yang sekedar kota yang hanya ‘dilewati’ menjadi harus disinggahi.. ditunggu kelanjutannya..

  2. wah-wah.. ternyata orang ciamis ya…..?
    Banjar bener2 luar biasa deh…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: