Posted by: sopyanmk | 18/12/2009

Hikmah di balik ayat kauniyah: Tekanan


Tulisan ini saya ambil dari Notes Bapak Sidik Pramudito (Seorang Dosen Fisika IPB). Saya selalu asyik membaca dan bertafakur dengan tulisan-tulisan beliau yang selalu mengaitkan keilmuan dengan fenomena keimanan dan sosial kemasyarakatan. Dialog langsung dengan Mas Agi pun selalu bernas. Selamat menikmati.
++++

Istilah tekanan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kita mengenal tekanan udara, tekanan darah dan lain-lain Dalam ilmu alam tekanan adalah gaya normal yang diterima suatu permukaan dibagi luas permukaan tersebut. Tekanan darah bisa didefinisikan sebagai gaya yang diterima permukaan pembuluh darah tiap satuan luas permukaan pembuluh darah tersebut. Tekanan udara bisa didefinisikan sebagai gaya yang diberikan partikel-partikel udara pada suatu permukaan benda (bisa permukaan tanah, bisa permukaan kulit manusia dsb dsb) dibagi luas permukaan benda tersebut.

Tekanan udara itu ternyata besar sekali, di permukaan laut sekitar seratus ribu newton per meter kuadrat. Besaran ini kalau dikonversikan pada bobot benda, tiap meter persegi permukaan tanah sebetulnya mendapat tekanan yang setara dengan beban sebesar sepuluh ribu kilogram atau sepuluh ton. Kalau ada orang yang sedang tiduran telungkup di pantai, dengan luas permukaan punggung sekitar 0,2 meter persegi, dia sebetulnya sudah menanggung bebas sekitar 2 ton!!! Bagaimana bisa begitu? Padahal kita sudah merasa sulit kalau harus mengangkat beban sebesar 50 kg saja. Di mana letak kesuksesan badan kita menahan beban awal yang berupa tekanan udara tersebut? Rahasianya adalah bahwa gaya yang diberikan udara pada badan kita tersebut disebarkan secara merata dan seimbang pada seluruh permukaan kulit kita sehingga beban yang berat sekalipun dapat kita usung. Kalau kita mendapatkan tambahan beban, misalnya berupa sekarung beras yang massanya 50 kg, beban ini hanya diusung oleh sebagian kecil permukaan kulit kita, sehingga bagian tersebut mendapat tekanan yang lebih besar dari yang lain, sehingga dapat muncul rasa sakit dan ketidakseimbangan.

Coba lakukan percobaan sebagai berikut. Selembar kertas HVS kita letakkan di atas lantai keras dan datar kemudian di atas kertas tersebut kita letakkan papan kayu yang juga datar. Kalau di atas papan tersebut diletakkan beban yang berat sekalipun, ternyata kertas tidak rusak. Akan tetapi jika kertas HVS kita letakkan di atas spons, kemudian di atasnya diletakkan papan berpaku, dengan ujung paku menghadap ke bawah, mungkin tanpa tambahan bebanpun kertas tersebut akan rusak, apalagi dengan tambahan beban.

Hikmahnya adalah bahwa sebetulnya suatu beban, meskipun berat, jika dipikul bersama-sama akan terasa ringan, sementara jika suatu beban, meskipun kecil, hanya dipikulkan pada seseorang atau sekelompok kecil orang maka beban tersebut akan terasa sangat berat dan bisa jadi menyakitkan dan merusak.


Responses

  1. Hmm…
    Tekanan, kesulitan, stress, beban… jika ditanggulangi dengan berjamaah insyaAllah jadi mudah, indah dan berkah…
    Begitukah?

  2. Betul Cik Gu…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: