Posted by: sopyanmk | 16/12/2009

Inspiring Teacers Seminar


Tanggal 13 Desember 2009, saya diminta oleh Mas Pito untuk menjadi pembicara, setelah sebelumnya beredar kabar bawa saya diminta menggantikan Mas Nanang untuk mendampingi Genne Netto. Tawaran yang sulit ditolak walaupun tema yang harus saya sampaikan sedikit rumit untuk saya. Inspiring teacer dari guru konvensional menjadi guru profesional. Padahal, saya belum dapat sertifikat profesional lho..

Setelah persiapan yang hampir selalu gak selesai karena bingung memikirkan materi yang tepat dan cocok dengan tema, akhirnya saya memberanikan diri untuk menyampaikan materi sederhana. Sedikit fakta-fakta di sekolah berkenaan dengan guru Vs Siswa. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa di luar KBM ada dunia lain yang memerlukan sentuhan dari guru-guru di Indonesia. Saat ini, sepertinya dunia itu menjadi untouchable (tidak tersentuh) oleh guru. Guru semakin banyak berpandangan bahwa tanggung jawab yang harus ia lakukan adalah mengajar di dalam kelas, mempersiapkan ulangan, memeriksa, dan mencari mengisi laporan dalam buku raport. That’s it!

Padahal, kondisi kejiwaan anak, idealisme anak, cita-cita anak, bahkan kemampuan anak dalam bidang mereka praktis jarang terekspos dan terdeteksi oleh guru-guru. Guru hanya melihat siswa dari sisi akademik saja. Ini menyedihkan. Akibatnya banyak siswa yang merasa tidak mendapatkan kenyamanan dan perlakuan yang sewajarnya. Seringnya malahan siswa hanya mendapat teguran dan intimidasi dari guru karena dianggap melanggar tata tertib yang ada.

Sehingga melakukan re-orientasi bagi guru yang sudah selama ini berada di lingkungan sekolah jelas menjadi terkendala dengan rutinitas dan kendala lain adalah faktor kepala sekolah atau kebijakan-kebijakan dari kepala Dinas yang seringkali seperti membebankan semua pekerjaan kepada guru. Sebenarnya penambaan beban menjadi tidak masalah mengingat guru-guru yang sudah disertifikasi semakin banyak. Namun sejauh ini saya tidak melihat performa guru-guru yang sudah disertifikasi bisa dijadikan panutan bagi para guru yang belum mendaptkannya. Padahal, pendapatan mereka bertambah dengan harapan dari negara dan rakyat untuk dapat meningkatkan layanan dan kreatifitas.

Setelah sedikit bercerita, saya memutarkan film kisah Teddy Stalard (http://www.makeadifferencemovie.com/). Selalu saja saya terkesima dan termotivasi untuk dapat melakukan layanan lebih baik. Bahkan ada beberapa peserta yang teraru dan menitikkan air mata.

Terimakasih untuk Mas Pito, Mbak Yully, dan peserta yang sudah bersedia datang.

Salam hangat.
Sopyan MK


Responses

  1. terima kasih untuk bagi cerita pengalaman Bapak. Film kisah Teddy Stalard, apakah itu film yang ada di perpustakaan atau apa? terima kasih untuk bagi informasinya.

  2. Film itu ada di blog saya sudah masukkan link nya

  3. Selamat dan sukses Pak Sofyan. Maaf saya tidak bisa datang dan ikut seminar. Ada kawan yang operasi di Jatinegara.

  4. Terimakasih Pak Agus, mungkin lain kali Pak Agus yang tampil di depan dan saya ingin belajar dari Bapak. Semoga sahabat yang sedang sakit bisa cepat pulih dan beraktifitas seperti biasanya.

    Salam,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: