Posted by: sopyanmk | 16/11/2009

Workshop Sains dengan Bang Muzi #1


Hari Minggu tanggal 15 November Akhirnya sesi pertama workshop Sains bersama Bang Muzi bisa dilaksanakan di Gedung P4TK. Tema yang diambil pertama kali adalah tentang bunyi. Berikut adalah dialog dan keriangan dari peserta. Untuk photo-photo silahkan bisa dilihat di:
http://facebook.com/prasastiimani
http://www.flickr.com/photos/9183741@N08/

Pak Muzi memulai dengan beberapa pertanyaan…
Apa tujuan anak belajar science?
Apakah pembelajaran science itu efektif?

“Einstein: salah satu cara mengajak anak belajar adalah dengan memberikan contoh”
Berikut adalah jawaban guru-guru ketika ditanya manfaat belajar sains:
Mengenal lingkungan
Mengenal kebesaran tuhan •

Pak Muzi bilang,
saat ini anak-anak lulus hanya menghasilkan generasi penghafal.
Sejarah science yang mandeg, contohnya sejarah bajak sawah hampir tidak berubah lebih dari 2000 tahun di Indonesia. Padahal di Amerika sekarang seorang petani bisa mengerjakan sawah 2 hektar.
Indonesia butuh masyarakat science bukan berlian science.
Pengalaman putranya yang bertemu kakak kelasnya di NTU Singapura yang pernah juara olimpiade fisika. Dia bilang negara Cina dan Indonesia itu dikondisikan sedangkan Jerman tidak pernah melakukan hal itu.

+++++

Pak Muzi memulai dengan memberikan kesempatan kepada peserta:
1. Mengapa manusia bersuara?
2. Bagaimana handphone berbunyi?

I. Percobaan 1 (getar) dengan pukulan

Dilakukan dengan menggunakan penggaris. Lalu peserta diminta untuk menjelaskan apa yang terjadi, kemudian peserta diminta mengisi modul dan melakukan diskusi. Berikut adalah munculnya pertanyaan-pertanyaan liar dari para guru:
– Apakah semua penggaris yang bergetar menghasilkan bunyi?
– Apakah semua benda yang bergetar menghasilkan bunyi?
– Apakah banyaknya getaran mempengaruhi bunyi?
– Adakah perbedaan bahan akan menghasilkan bunyi?
– Apakah udara yang ada di sekitar mempengaruhi suara?
– Apakah di ruang hampa berbunyi?
– Apakah bunyi dapat dipantulkan?
– Apa yang menyebabkan jumlah getarannya berbeda?
– Apakah panjang pendek atau besar kecil mempengaruhi getaran?
– Apakah bunyi harus berasal dari benturan?
– Apakah pulpen atau pinsil bisa menghasilkan getaran?
– Kenapa kayu dipukul bunyi?

– Tips Pak Muzi: Kita harus berani menjadi orang bodoh untuk mendapatkan ilmu!

II. Cara apa yang dapat menghasilkan bunyi?

Percobaan dengan menggunakan marakas (alat musik tradisional dari amerika latin). Benda itu menghasilkan bunyi dikarenakan adanya benturan atau pukulan.

Contoh lain:
Gong
Rebana
Tepuk tangan
Gendang

Bunyi itu muncul ketika terjadi benturan Contoh Pak Muzi: tulis cara yang unik sebuah percobaan yang dapat menghasilkan bunyi dan harus berbeda dengan yang lainnya. (ini gunanya untuk mendorong imajinasi anak).

Pengembangan ide:
– Apakah hubungan bunyi dan getaran?
– Dengan kekuatan apa benda itu dapat bersuara?
– Bagiamana kalau kacang ijo diganti beras?
– Bagaimana dengan biji yang beragam?
– Bagaimana jika tabungnya dari kaca?
– Bagaimana kalau digenggam?
– Bagaimana jika tabungnya persegi?
– Bagaimana kalau membuat konser dengan kacang ijo?
Tebak-tebakan dengan marakas: Bunyi tersebut diganti dengan biji-bijian dan itu akan menginspirasi

III. Gelas Mendengkur (gesekkan) Suara dihasilkan karena gesekkan.

Apalagi suara yang dihasilkan karena gesekkan:
– Biola, rebab,
– Rem
– Menarik meja di lantai
– Serutan
– Resleting (bunyi resleting ada dua: pertama sreeeeeeeetttt, kedua awwwwwwwwwwwww hahahaha)

Ide pengembangannya:
– Bagiamana jika talinya besar (tambang)
– Bagiamana kalau gelasya dari kaca
– Mengapa bunyinya ketika diurutnya
– Mengapa air berpengaruh?
– Bagaimana kalau penampangnya besar?

IV. Suara dengan cara ditiup (balon dijepit dengan dua stik eskrim)

Alat musik yang menghasilkan bunyi
– Harmonika, saxophone, Terompet, suling
– Siul, tangan,

Pengembangan ide:
– Bagaimana kalau kayunya satu
– Bagaimana kalau tumpukkannya lebih dari 1
– Bagaimana kalau balonna lebih tinggi
– Bagiamana kalau balonnya diganti dg: kertas, daun, plastik, seng tipis

V. Terompet Peserta membuat terompet dengan sedotan, balon, dan cangkang film

Caranya ditiup, “ujiannya adalah: siswa diberikan alat2 dan bahan2 sains untuk dirangkai oleh mereka” Pertanyaan life skills: “seandainya Allah hanya memberikan sedotan kepada kita untuk bekal hidup apa yang harus dilakukan untu itu?”

Pengembangan ide:
– Semakin sempit celah semakin nyaring
– Kenapa ada lilin?
– Bagaimana jika tabungnya diisi dengan air?
– Bagaimana jika tabungnya diganti dengan kaleng?
– Bagaimana jika lubangnya ditambah?
– Bagaimana jika lubang ditiup dengan yang keluar?
– Bagaimana jika balon diganti benda lain (plastik, kertas minyak, dll)?
– Bagaimana jika sedotan output dipotong?
– Bagaimana jika sedotan output diberi lubang banyak?
– Bagaimana jika sedota diganti dengan bambu?
– Bagaimana jika tabungnya diganti kaleng susu? Lihat prinsipnya

VI. Bunyi dering

Bunyi yang dihasilkan seperti ada benturan yang berulang
Pengembangan ide:
– Bagaimana jika tabung diganti botol susu?
– Bagaimana jika simpulnya pendek?
– Bagaimana kancingnya kalau disimpan di dalam?
– Bagaimana kalau kancingnya dari besi?
– Bagaimana kalau simpulnya berbeda-beda?
– Bagaiman kalau tabungnya diganti galon dan talinya dari tambang?

Bagaimana cara mengajarkan perbedaan mahluk hidup dan mahluk mati.

Metode mengajarkan science
P= perangkat
A= aplikasi
G= games
E= experiment
S= software

Untuk apa mengajar ciri-ciri mars padahal dilingkungan sekitar ada banyak hal yang belum diketahui siswa.

VII. Mendeskripsikan percobaan (ruang hampa dengan menggunakan cangkang bekas film yang sudah dilapis dengan kain panel) Konsep berpikir disederhanakan

VIII. Membuat terompet dari sedotan

Mengapa pangkal sedotan harus digunting? Karena harus ada dua bagian yang bergetar Semakin pendek ujung sedotan maka akan semakin tinggi nadanya.

Ide pengembangan:
– Mengapa stik balon tidak bisa digunakan?
– Tidak bisa dipipihkan tapi bisa dipasangin kertas…

Bagaimana ciri-ciri pembelajaran sains itu berhasil?
– Tugas guru di tingkat dasar adalah ketika anak2 mulai ribut dengan pertanyaan dan ekspresif
– Anak2 yang tidak putus asa kalau gagal
– Anak yang imajinatif
– Kritis
– Tugas pembelajaran sains adalah mengembalikan karakter anak

IX. Membuat telpon
– Mengapa suara merambat? Karena ada media: udara, benda cair, benda padat.
– Mengapa astronot bisa berkomunikasi? Karena diubah dulu menjadi gelombang elektromagnetik lalu dirubah lagi menjadi gelombang. Itulah mengapa telefon seluler pake tower
– Mengapa pake nylon lebih baik daripada benang? Karena nylon lebih padat
– Potongan bambu, cangkang korek api, cangkang susu,
– Bagaimana kalau benangnya bercabang?
– Bagaimana kalau tanpa tabung
– Kalau dicoba pake kawat

Semua tulisan yang berkaitan dengan pengembangan adalah jawaban dan keusilan guru MI yang begitu antusias mengikuti workshop. So, its a wonderful session with them.

Cheers,

Sopyan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: