Posted by: sopyanmk | 18/10/2009

From Purwokerto to Purwakarta


Aneh…
Memang aneh di dunia ini, ada dua nama mirip yang membedakan hanya huruf “a” dan “o”. Tapi secara umum dalam realitas menjadi sangat berbeda. Kota purwokerto yang sepertinya melesat jauh dalam peradaban. Ditambah dengan segala popularitas dalam prestasi maupun dalam dunia selebritis, pasti akan mengingatkan kita pada kota yang cukup sejuk itu.

Purwakarta?
Kini bagaikan sebuah tempat yang mulai ditinggalkan setelah jalan tol bandung jakarta selesai dibuat. Dulu, Purwakarta dikenal dengan jalur cepat jika tidak ingin terjebak kemacetan di Puncak. Kini, Purwakarta pun harus berjuang untuk menjadi eksis tanpa harus mengandalkan jalur lalulintas yang memang akan menjadi semakin sulit.

Jumat malam jam 10an saya dapet SMS dari sohib pak dosen PKn di UNJ (Yuyus Kardiman) supaya Sabtu,17 Oktober 2009 gantiin dia untuk presentasi pada acara MGMP PKn di Purwakarta. Kebetulan, ketua MGMP nya Pak Fatoni adalah kakak angkatan. Dia dulu angakatan ’92, hmmmm jadi nostalgia nih. Walau dengan persiapan mepet dan harus begadang sampai jam 2. Saya bilang siap deh… kenapa tidak? Aku bisa bersilaturahmi dan bisa jalan-jalan mengenal lebih dekat purwakarta.

Walau rada mengira-ngira jalan, akhirnya ketemu juga Bis jurusan Bogor – Purwakarta yang kebetulan juga belum penuh, jadi bisa cari posisi yang uenak untuk melanjutkan tidur semalam yang dirasa kurang. Menjelang sampai ada yang lucu. Pak Toni bilang, sebaiknya berhenti di Pabrik Bata begitu ia menulis dalam sms. Saya pikir, di purwakarta ada juga pabrik Bata… kirain di Majalengka saja. Ketika saya confirm ke sopir dan kondektur, tiba-tiba ia bilang tuh… pabrik bata. Wah… saya bingung ternyata itu pabrik sepatu hahahaha…

Saya dijemput di depan pabrik Bata untuk mampir sejenak ke SMP Negeri Bungur sari. Sekolah yang asri, walau dekat makam tapi tidak menunjukkan keseraman. Ada satu hal yang saya bangga mendengar cerita dari Pak Toni, ia menunjukkan Mesjid yang berdiri cukup megah hanya dengan mengumpulkan uang Rp200 /hari. Saya kagum, dalam benak saya yang muncul adalah… kalau pantia gak amanah… mana mungkin mesjid mewah itu jadi. Bravo deh…

Selanjutnya, saya bersama Pak Toni ke SMP Negeri 7 Purwakarta. Sekolah yang asri di pusat kota. Sampai di sana peserta ada sekitar 30 orang. Hanya saja, ternyata ada sedikit problem karena tidak ada projector. Hmmmm projector sendiri mau di bawa tapi lagi rusak, cahanyanya kurang bagus…. Akhirnya presentasi dilakukan diiupayakan maksimal walau jadinya tanpa gambar… hanya coretan2 liar di papan tulis. Tak lupa saya promosikan juga buku the leader in Me dan The Tribe.

Hasilnya, asyik juga. Guru-guru terlihat antusias dan bersemangat sekali. Sehingga, dua jam bisa diselelsaikan dengan lancar… Alhamdulillaah.

Salut banget buat MGMP PKn di Purwakarta. MGMP Kota lain…? semangat!!!!logo-purwakarta


Responses

  1. wah.. maksud’a 200/hari itu apa pa ?
    butuh berapa hari tuh ?? hehehe.

    ohya, mungkin pabrik bata itu nama merk. hahahaha🙂

  2. Kenapa yah di purwakarta angkot nggak ada Tulisan tujuannya??,cuman 02,03,07 di jalan yang ke arah sadang,ditambah ada perempatan yang nggak ada lampu merahnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: