Posted by: sopyanmk | 08/05/2009

Aku Warga Negara Dunia (masih ditulis)


Dalam sebuah rumusan pembelajaran PKn ada sebuah pendekatan dalam pendalaman materi yang diberikan. Bahwa siswa diarahkan untuk peduli pada lima titik. Diantaranya:

  1. Menyadari bahwa dirinya sendiri harus memiliki identitas dirinya supaya memiliki sikap percaya diri dan memiliki karakter yang kuat. Lemahnya pengembangan diri ini harus diakui sebagai titik terendah dalam masalah benang kusut dunia pendidikan. Semakin merebaknya kasus ini tidak lepas dari ketidakpedulian guru dan orang tua untuk mengembangkan nurani siswa. Rendahnya jiwa kompetisi, miskinnya kreatifitas bahkan semakin meluasnya sikap malas seolah-olah terjadi secara sistematis.
  2. Keluarga, saat ini keluarga sering menjadi titik nadir dalam peran pendidikan.  Di tengah himpitan ekonomi dan berubahnya peran anggota keluarga menimbulkan konflik besar pada anak. Anak menjadi kesulitan berinteraksi dengan orangtuanya secara baik. Bahkan saat ini banyak anak-anak yang kehilangan jati dirinya karena mendapatkan kehangatan dan kasih sayang di keluarganya.
  3. Masyarakat
  4. Negara
  5. Dunia

Responses

  1. Apa nanti Anda nggak takut dituduh mengajarkan anti-nasionalisme?

    Warga Dunia, berarti nanti menempatkan kebenaran universal di atas kebenaran subjektivitas sebuah negara.

    Contoh kasus, soal HAM misalnya. Jika ada seorang pejabat Negara yang diduga terlibat pelanggaran HAM dan tidak dapat disidik dan diperiksa di negara tersebut, apa Anda akan mengajarkan anak didik Anda melaporkan ke PBB atau Lembaga Dunia lain?

  2. Wah konteksnya tidak seprti itu tapi bagaimana memberikan penyadaran bahwa apa yang kita lakukan di sini akan berdampak pada hal lain di belahan dunia ini. Contohnya, amerika buat pabrik makan pemanasan global dimana-mana. Perang di Irak akan berdampak resesi ekonomi di seluruh dunia. Jadi… sebaliknya, kalau kita menanam pohon maka akan memberikan perbaikan pada dunia. Begitu mas Agung…;)

  3. Menarik, karena saat ini saya/tepatnya kami sedang dalam proses memahami tentang Education for Global Citizenship, dan berusaha membagi informasi ini kepada teman2 guru, anak2 (sekolah). Memang terlihat berlawanan dengan nasionalisme. Namun ini menjadi penting karena dalam kehidupan sehari-hari kita akan menghadapi konsekuensi dari globalisasi baik dalam aspek sosial, ekonomi, bagian dari 1 planet dan dunia, dan keberlanjutan.

  4. Menarik, karena saya/tepatnya kami sedang mencoba memahami konsep Education for Global Citizenship dan mencoba berbagi info ini kepada temen disekolah (guru dan anak). Dan saya rasa ini menajdi penting karena dalam kehidupan sehari-hari kita akan menghadapi konsekuensi dari globalisasi baik dalam aspek sosial, ekonomi, bagian dari 1 planet dan dunia, dan keberlanjutan


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: