Posted by: sopyanmk | 04/04/2009

Meeting dan Seminar Internasional di Bandung


Hamir dua minggu sebelum kegiatan berlangsung, saya mendapat telpon dari British council. Saat itu saya diberitahukan bahwa saya diminta untuk menjadi trainer eLanguages. Serasa tersanjut sekali mendengarnya. Walau sempat berpikir bahwa hal ini adalah mepet karena Sabtu – Minggu saya harus di Bandung. Padahal agenda Sabtunya sangat tidak efektif. Kalau boleh milih, mungkin saya memilih datang hari Minggunya saja. Saya hanya mendapat kesempatan untuk bertemu dengan para pengurus wilayah dari Jatim, Jabar, dan Jateng. Tidak lebih dan kurang, padahal saya membayangkan untuk duduk bersama antar pengurus wilayah plus Sekjen dan berdiskusi mengenai masa depan masing-masing serta berbagi program. Sayang, ternyata sulit menginisiasi momentum itu. Kami hanya berkumpul dengan para pengurus yang berasal dari daerah sendiri. Beruntung juga saya bisa intens dengan Pak Asep, Pak Aris, Pak Jasman, dan tentunya dengan Pak Deddy. Namun mengingat sulitnya moment itu… sepertinya waktu yang ada malah tersia-siakan… (jangan-jangan saya aja yang tidak get involved ). Mana hari ulang tahun lagi, bu Ikke dan Bu Novi dah mau ngerjain tuh…

Pada waktu datang saya hanya ditugaskan untuk berkoordinasi dengan Pak Mampu Ono untuk merancang program ICT. Sayang meeting itupun tidak efektif, karena para peserta malah sibuk mempresentasikan kehebatannya dibandingkan sibuk untuk merancang konsep pelatihan ICT. Sebetulnya saya ingin juga melihat pertemuan tokoh ICT namun kebijakan Pak Sekjen yang mengharuskan ngurusin pelatihan ICT membuat saya tidak mendapatkan informasi tambahan. Anehnya, apa yang saya sampaikan di awal mengenai materi ICT malah ditentang habis, eh begitu waktu mepet malah membahas dari awal apa yang sudah saya sampaikan. Jadi bingung nih… apa saya yang kurang jelas dalam menyampaikan. Bahkan karena basa basi terlalu lama, salah satu peserta yang juga dosen ITB akhirnya keluar dari ruangan pembahasan konsep pelatihan ICT. Aduh, malu sekali saya dan takut disebut tidak akomodatif, padahal ia sudah mengingatkan agar pembahasan tidak kemana-mana. Again, I couldn’t do anything .

Untuk mencari kompensasi dari kejadian itu kami dari jabodetabek plus Ciamis berkeliling Bandung di tengah gerimis hujan dengan harapan mencari sesuatu yang spesial. Namun harapan itupun sirna…. waduh…. kalau bahasa Jerman mah (katurug katutuh), karena nasi bakar idaman tidak ditemukan. Setelah berkeliling separuh Bandung akhirnya menyerah dan mampir di tukang ayam bakar. Daripada kelaparan?

Sekembalinya dari jalan-jalan ke asrama yang asri, ternyata 4 box nasi kukus yang menggoda selera sudah tersedia. Wah kita hanya masam mesem saja mengingaat perjalanan barusan. Pak Aris malah langsung tepar tak lama setelah kedatangan Pak Jasmansyah dari Sukabumi. Akhirnya segala macam diskusi muncul dengan Pak Jasman. Ada yang lucu, dikiranya saya pakar software oleh Pak Jasman, padahal sayamah user saja😉. Sampai berkali-kali ia meyakinkan bahwa jawaban saya adalah salah.

Pagi hari, kami mencari udara segar Bandung yang rimbun di sekitar ITB sambil mencari bubur yang sudah terkenal bagi para penggila kuliner. Namun yang ditemukan hanya lontong yang cukup untuk menambah jumlah asupan menjelang sarapan. Kami pun bergegas mandi apalagi sudah ada panggilan dari Ibu Manik untuk segera sarapan pagi. Dasaaar…. abis makan lontong masih kuat juga nambah nasi yang lezat ala Salman. Yang bikin penasaran saya jika makan di Salman adalah gak nahan harganya yang murah, tapi itu kalau bandingannya Jakarta… So, it’s really different.
Setelah selesai makan, kami melihat keajaiban pada saat itu. Bagaimana tidak, 600 peserta datang berbondon-bondong untuk mengikuti kegiatan tersebut. Padahal sertifikat yang disediakan hanya 500, betapa peminat kegiatan ini luar biasa. Maklum ada pejabat tinggi juga yang hadir yaitu Bapak Hatta Rajasa yang saat ini menjabat sebagai Mensesneg. Dengan sedikit promo bahwa saat ini APBN sudah sekitar 200 triliyun dianggarkan. Harusnya, 25% dari angka itu dianggarkan untuk penjara yang akan menahan para koruptor dana pendidikan. Asyik kan…. Tapi mana ada jeruk makan jeruk. Repotnya saya tidak kebagian bangku, karena pegal dan mulai diserang rasa pening… akhirnya saya memilih beristirahat di kamar untuk sekedar menghilangkan ketegangan menjelang presentasi.

Makan siang pun menjadi mepet bahkan makananpun tidak bisa dihabiskan karena sudah dipanggil oleh Ibu Manik. Saya pun bersiap-siap untuk tampil, hehehe ternyata saya masih harus mengisi CV padahal sudah dikirim lho by e-mail but its ok lah… walau harus buru-buru karena moderator sudah membacakan CV yang lain. Sepertinya, saya keteteran dan moderator tidak menyimak apa yang disampaikan panitian lainnya. Entahlah, mungkin dia juga sedikit grogi. Padahal, saya sudah meminta agar presentasi saya mengikuti Pak Aris. Jadi gak enak saya, karena harus berdebat kecil dmenjelaskan alurnya. Walau akhirnya Pak Moderator berkenan merubah agendanya…. hmmm aku jadi ngatur ya… padahal siapa sih Sopyan?


Responses

  1. Hehe..kang Sopyan, jangan kecil hati. I din’t know if I misunderstood about the order of the chairperson. He asked me to present my templates.
    Now I feel uneasy coz the meeting was not prepared and organized well. And it resulted almost nothing.
    Seemed that we didn’t meet the appropriate teams and time.
    Gak papalah, setidaknya kita bisa merasakan Bandung malam yang romantis.

  2. sopyan, ya guru inovatif intgernasional. Mestinya tidak diperlakukan seperti itu. tapi, ya biasa kan kejadian tidak terduga sering dialami pada acara besar seperti itu.

    Ngambil hilmahnya lebih bijaksana.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: