Posted by: sopyanmk | 30/11/2008

Purwokerto Rasa Jogja


purwokertoSetelah mendapatkan undangan untuk memberikan materi seminar di Purwokerto, saya menyiapkan diri berangkat ke Purwokerto naik kereta api. Setelah searching di internet ternyata datanya masih belum di update😦. Menyedihkan untuk pelayanan sekelas pJKA di era moderen, karena saya sempet ngeri juga lihat tiket ke arah sana dari gambir 230.000-260.000 rupiah. Padahal ketika bertanya ke ruang informasi tarif sudah turun menjadi Rp170.000. Luar biasa, perjalanan yang menyenangkan dan melelahkan karena harus ditempuh selama lima jam. Beruntung saya bisa duduk bersama dengan seorang pekerja dari LG yang lagi ada proyek di pertamina Cilacap. Berbincang dengannya sangat membantu sekali untuk mengenal Purwokerto lebih dalam.

Sampai di Purwokerto pukul 22.18 wib, telat 18 menit dari yang diagendakan… tapi tidak masalah jika dibandingkan dengan telat berjam-jam🙂.  Saya disambut penuh kehangatan oleh Pak Deni (Ketua panitia). Setelah naik mobil escudo yang sangat mewah, saya diajak makan malam (sekali) karena memang perut lapar jadi saya tidak bisa menolak. Kami mampir di seafood yang sangat nikmat. Saya pilih capcay seafood. Wow… porsi yang luar biasa… cukup mengundang selera ditengah perut keroncongan dan kedinginan dari kereta api.

Setelah menikmati nikmatnya makan malam, saya diajak melihat gedung tempat berlangsungnya acara. Di sana ada beberapa guru sedang bekerja mempersiapkan segala sesuatunya. Sungguh luar biasa, rasanya sudah jarang guru-guru bahkan ada Ibu guru yang pulang larut demi suksesnya acara ini. Its wonderful… jadi inget waktu kuliah. Di sana saya sempat online karena panitia memang sudah menyiapkan hotspot. Jam 12.15 saya diantar menuju hotel kecil bernama “Mutiara”, bahkan panitia memesankan kamar double karena sebelumnya saya bilang akan membawa asisten. Saya pikir hanya di obrolan saja, wah kalau tahu begitu saya bisa ajak asisten saya untuk mengurusi presentasi dan tetek bengek lainnya. Saya tertidur lelap sampai dibangunkan istriku lewat sms… kebetulan saya lupa kasih kabar kalau sudah sampai… maklum exited banget.

Ada hal yang bikin sebel saat buka toilet, karena di sana tidak disediakan peralatan mandi, jadi terpaksa saya keluar jam 5.30 untuk mencari kios sambil ingin mengenal lebih jauh Purwokerto dipagi hari. Suasana yang sejuk, segar, dan teratur sangat jelas terlihat. Di pusat kota hampir tidak ada pedagang kaki lima. Bahkan pukul 6.00 kendaraan yang melewati rute itu masih sepi hanya beberapa kali kendaraan roda dua lewat. Ajaib, padahal saya membayangkan Purwokerto adalah kota besar dan sangat sibuk. Karena peralatan mandi tidak ditemukan penjualnya saya balik lagi ke hotel dengan harapan saya keluar jam 6.30 sudah ada yang berjualan. Ternyata, saya memang salah arah… ketika berjalan ke arah sebaliknya saya menemukan kios yang ada di halte bis. Ahhhh akhirnya bisa mandi pagi dengan segar…

Jam 8 pagi saya dijemput ke lokasi seminar dan melihat segala macam kesibukan, saya suka melihat para guru antri dan bersemangat. Melihat panitia yang kelelahan karena begadang semalaman, serta para sponsor yang duduk mempresentasikan produknya. sungguh sebuah kegiatan yang luar biasa.

Setelah workshop selesai saya diajak membeli tiket kereta karena takut kalau malam tidak kebagian. Sebelumnya saya diajak mampir untuk menikmati sate ala purwokerto yang luar biasa. Berbeda sekali… bener-bener berbeda. Kalau kata Pak Bondan … Mak Nyusssssss. Setelah membeli tiket saya balik ke hotel untuk beristirahat… huahhhhhh lemezzzz dan membayangkan akan tertidur lelap. Hanya saja takut kebablasan😉, setelah mandi dan bersih-bersih saya merebahkan di tempat tidur yang nyaman… namun kantuk rada susah datang. Untuk mengatasi kebosanan saya main game kesayangan… monopoli.

Pukul 18.45 saya menuju stasiun diantar petugas hotel, baik banget. Sungguh service special dari hotel yang berada di Purwokerto. Sepertinya, pelanggan adalah segalanya buat pegawai hotel.. dan memang harusnya begitu. Murid adalah segalanya bagi guru….

Setelah naik kereta api, ditengah kantuk menyerang saya jadi teringat Jogjakarta. Kota kecil yang ramah namun membuat kesan tak pernah hilang…

Purwokerto rasa jogja deh jadinya….


Responses

  1. Memangnya baru sekali ini ke Purwokerto ya Pak,,,,?
    Sudah nyicipi mendoan atao kripik tempe belum?

  2. Selamat datang di Pwt pak Sopyan. Saya orang Pwt asli dan tinggal di Serpong Tangerang. Terima kasih sudah datang di tanah kelahiran saya dan sharing ilmu bagi rekan-rekan guru di sana. Rupanya pak Sopyan gak sempat diajak ke Baturaden, kalau ke sana akan tambah lagi kesannya jadi “Baturraden ras Puncak” he…he….
    Sukses buat pak Sopyan…….. dan guru Indonesia

  3. Pak mau nanya,,

    jika murid adalah segalanya bagi guru

    Mengapa sebagian besar guru (tdk semuanya) Hanya berniat mengajar atau yg penting mengajar saja..(itu pengalaman ataupun yg saya alami)
    Banyak diantara beliau tidak mengajar sambil mendidik,,

    Padahal untuk saya pribadi, saya ingin sekali guru itu bisa mengajar kami sekaligus mendidik kami dengan benar sehingga kami bisa berubah menjadi yg lebih baik dan berguna tentunya.

    Atau apakah di sisi lain, kita pun (murid) harus lebih aktif daripada guru??

  4. yang pasti rasanya tak akan bisa terkatakan, yak pak sop?
    Good luck deh bwt bp yang satu ini

  5. Hmmmm….apalagi klo aqu jadi guidenya pak…di jamin dehh…cuman …btw udah tahu ta’ rasa jogja??perasaan baru besok neh tgl 16 juni…hehehe….

  6. Wah akhirnya ada relawan guide. Dulu pernah tahun 2003 ikut training the trainer living values an Educational Program.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: