Posted by: sopyanmk | 30/11/2008

Guru MI Juara Mengajar Tingkat Kabupaten


bu-yantiIbu Yanti itulah nama yang saya kenal sejak berdiskusi untuk membuat proposal ke LAPIS. Orang yang ramah dan selalu antusias. Ia punya mimpi yang tinggi atas apa yang sedang ia kerjakan dalam profesinya sebagai seorang guru. Tanda pengabdian yang luar biasa pada profesi gurunya, ia tidak lagi peduli akan statusnya apakah PNS atau belum. Ia hanya ingin membuktikan bahwa dirinya bisa melakukan sesuatu untuk dunia pendidikan. Tidak menjadi penghalang bagi dirinya walau mengajar di Madrasah dengan fasilitas seadanya. Tidak menjadi penghalang bagi dirinya segala bentuk yang sejauh ini sering dikeluhkan oleh para guru. yang ada dihatinya adalah bagaimana memberikan yang terbaik buat madrasah dimana ia mengajar sebagai bentuk terima kasih kepada Kepala sekolahnya yang sudah mempercayakan dirinya untuk mengabdi. Sekarang Pak Suryadi (Kepala Madrasah Ibtidaiyah Nurul Iman berhak bangga akan prestasi gurunya.

Ketika progam pelatihan berjalan, ia selalu rajin datang ke tempat pelatihan walau kadang-kadang lokasinya jauh dari rumahnya. Maklumlah pelatihan ini dilaksanakan bergantian di setiap MI. Selama pelatihan berjalan, ia selalu aktif berpartisipasi, bertanya, dan maju jika ada presentasi atau micro teaching. Ia memang berniat untuk melakukan apa yang bisa ia kerjakan.

Setelah kegiatan workshop selesai 7 bulan yang lalu, tiba-tiba ada kabar bahwa ia berhasil menjadi juara pertama pada lomba membuat bahan ajar/mengajar di tingkat kabupaten. Pesaingnya tidak tanggung-tanggung. Bukan hanya MI namun juga sekolah dasar negeri yang memang sangat dikenal di Kabupaten Bogor. Sungguh prestasi yang luar biasa…

Ketika saya meminta informasi kegiatan ia menjelaskan bahwa kegiatan ini dibagi ke dalam dua tahap:

  1. Semua peserta menyajikan media dan metoda mengajar dengan menggunakan bahan-bahan yang ada di lingkungan sekitar. Ibu Yanti membuat alat peraga Matematika (Place Value/Nilai tempat) dengan bahan kardus bekas, paku, dan kalender bekas. Hasilnya ia lolos dari seleksi tahap pertama.
  2. Tahap kedua lebih berat lagi, peserta harus menyiapkan bahan ajar dengan bahan-bahan yang sudah disediakan panitia tanpa buku. Materi dikocok oleh panitia, hasilnya Ibu Yanti mendapat tema tentang bencana alam.

Setelah berpikir sejenak, ia melihat koran yang bertumpuk di depan. Ia mulai mencari artikel yang relevan dan membuat bagan dari mulai penyebab, akibat, serta langkah-langkah perbaikan. Ia pun menambahkan dengan gambar-gambar tangan serta tulisa-tulisan penguat. hasilnya, ia bisa menjadi juara. Kalau mengingat sesi pelatihan, kebetulan kita pernah membuat skenarion tersebut. Kami menyediakan semua bahan-bahan dan membiarkan peserta melakukan proses merancang pembelajaran dengan bahan yang ada. Alhamdulillaah, hasil dari kegiatan ini sudah terlihat. Ada proses yang menjadi afeksi dan terwujud dalam psikomotor yang sinergi sehingga menghasilkan sebuah prestasi.

Bravo Ibu Yanti!!!

Bravo MI Nurul Iman!!!

Bravo LAPIS (Terima kasih Pak Mahfud)

Bravo Teman-teman Prasasti Imani

Perjuangan belum usai… tetapkanlah niat untuk mencapai yang terbaik.


Responses

  1. Alhamdulillah hi robbal alamiin…
    ngiring bingah mugia janten pahala bagi semua rekan LAPIS dan Prasasti Imani amin

  2. Hatur nuhun, ini adalah feed back yang besar buat kami Teh…

  3. memang susah menjadi

    orang yang ikhlas, mukhlis dan rendah hati……

  4. Wah saya kurang paham maksudnya… maaf

  5. Menarik kisah bu Yanti ini, dia adalah sosok anak manusia yang mengerti betul arti kemanuasiaan sewajarnya seperti juga kang Pyan, karena hidup adalah pemberdayaan kemanusiaan.

  6. Alhamdulillah, congratulation to Bu Yanti and Pak Suryadi yang selalau memotivasi guru2nya untuk dapat maju dan berkembang. Begitu juga dengan Prasasti Team, saya gembira dan terharu saat malam hari menjelang tidur menerima sms dari Ibu Yanti. Rasa lelah dan kantuk menjadi sirna. Dan untuk melampiaskan kegembiraan Kang Sopyan lah orang yang pertama saya hubungi. hehehe….Semoga prestasi ini juga dapat diraih oleh teman-teman dari MI yang lain….

  7. O iya boz, Ibu Yanti itu adalah sosok seorang guru yang gigih dan mau berkembang. Dengan segala keterbatasan dan fasilitas, Bu Yanti dapat berhasil memenangkan lomba. Saya ingin membaca cerita tentang kegiatan lomba itu melalui email. Saya minta supaya dikirim via email. Dengan agak bersedih beliau membalas sms saya ” maaf bu, saya tidak bisa kirim email karena saya tidak bisa pakai komputer”. Saya rasa ini adalah satu tugas lagi untuk prasasti team. Sudah saatnya memelekkan guru2 MI dengan teknologi. Minimal dengan penggunaan komputer dan internet…Ikut pelatihan gratis di seamolec selama 3x pertemuan bisa juga kali ya….Do you have idea, Boz…?

  8. Uhmmm bener, kapan2 kalau ada acara lagi di klub guru mungkin kita bisa undang ya…
    May be its as a gift from us.
    What do you think?
    Hahaha balik tanya deh…

  9. Komentar dari milis Pakguruonline@yahoogroups.com (Pak Mirdas)
    ===
    Assalamu’alaikum wr wb
    selamat ibu yanti, salam hormat saya untuk ibu atas dedikasi dan profesionalisme yang ibu perankan, andaikan semua kita seperti ibu, saya yakin dunia pendidikan kita akan berubah secara signifikan, insya Allah, tapi sungguh disayangkan, kebanyakan dari kita sebagai tenaga pendidik, tidak lagi berorientasi seperti yang ibu perankan, guru hanya dijadikan sebagai pekerjaan untuk membiayai hidup tanpa dilandasi sikap ikhlas dan profesionalisme sebagai tenaga pendidik, dan yang hebatnya lagi ‘pengambil kebijakan’ hanya dijadikan sebagai karir dan prestise sosial. menjadi pertanyaan besar (??????????? ???) kapan kita bisa berobah ? jika seandainya kebanyakan dari kita tidak mau merobah pola dan budaya hidup yang sudah sangat konsumtifisme, yang terfikir segala sesuatu yang dilakukan harus dibayar dengan mahal, mahal, dan mahal. sekali lagi, selamat ibu yanti, selamat berkarya untuk nusa, bangsa dan negara, semoga apa yang ibu perankan selama ini dapat menjadi
    pencerahan bagi kita semua, terutama bagi kami sendiri, dan hanya kepada Allah kita brdo’a, semoga bangsa kita dapat menjadi bangsa yang besar melalui peran kita sebagai tenaga pendidik, mohon maaf jika dalam tanggapan yang kami sampaikan ini ada yang tidak berkenan, semua itu disebabkan karena kekurangan kami sendiri, dan keputusasaan melihat realita dunia pendidikan kita sekarang ini. sekali lagi mohon maaf, mohon maaf, dan mohon maaf.
    bravo ibu yanti……. salam untuk seluruh keluarga, hari HGN 2008 ini untuk ibu..
    Wassalam

  10. alhamdulillah …. akhirnya kerja keras teman-teman di prasasti imani telah mulai membuahkan hasil. membaca tulisan tersebut saya jadi teringat kisah ibu mus dalam laskar pelangi. semoga menjadi inspirasi bagikita semua bahwa ternyata dengan segala keterbatasanpun kita masih dapat meraih prestasi yang terbaik. semoga tidak hanya satu ibu yanti yang muncul tapi ibuyanti-ibu yanti yang lain akan menyusul. amien. selamat haru guru yah kepada teman-teman sejawat seperjuangan.

  11. Iya Kang, info ini saya masukkan pada bab 4 tesis saya. especially pas bagian impact dari dari program assistansi yang diselenggarakan PI dan LAPIS. Salam jg utk semua rekan PI yah Pak. Mugia aya kasempatan urang ngobrol2, Amin…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: