Posted by: sopyanmk | 24/11/2008

Merubah Paradigma (1): Cadence


Cadence adalah kata pertama yang saya dengan dari penjelasan Mas Agi pada waktu ToT di SMP Al-Ikhlas. Dengan ilustrasi Nabu Yunus yang melihat tetesan air hingga menembus batu karang. Pertanyaan beliau selanjutnya adalah:

  1. Apa yang membuat batu karang itu bolong?
  • apakah karena kekuatan air
  • apakah karena keroposnya karang
  • apakah karena kontinuitas dari tetesan air

Jawaban yang diberikan oleh peserta sudah dapat dipastikan akan memilih yang ketiga. Sebetulnya kisah ini pasti sangat familiar tetapi bagaimana hal ini dikemas dalam sebuah perenungan yang mendalam sehingga mampu menghasilkan cara berpikir baru. Sebuah dialog yang intens dan memberikan nuansa penyegaran. Orang bilang dalam bahasa kerennya pencerahan. Soalnya saya sudah lama tidak mendapatkan pencerahan-pencerahan yang luar biasa. Sejauh ini saya sedikit terlena dengan materi-materi dan kegiatan pembelajaran. Jadi saya sangat bersyukur karena banyak hal yang kembali diingatkan, diingatkan, dan diingatkan…

Ngomongin Cadence, jujur saja saya merasa malu.. karena banyak hal yang saya lakukan belumsecara cadence. Hasilnya ya belum maksimal, itu saya rasakan benar. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, Cadence adalah mimpi disiang bolong buat sekelompok orang. Semua program yang ada di negara ini seprtinya wassalaam tanpa ada bekas apapun. Pelatihan dan pelatihan, program dan program, sepertinya menguap begitu saja. Inovasi dan segala macam pendekatan sepertinya sulit untuk mengakar dikalangan guru dan siswa. Lihatlah siswa yang begitu gembiranya ketika selesai belajar dari berbagai level, padahal belum tentu mereka membawa hasil dari proses pendidikan tersebut.

Untuk berubah, kita harus memulai semua kegiatan ini dengan cadence.

Salam perubahan


Responses

  1. luar biasa anda seorang intelktual sejati

    aku merasa tergugah dan ingin belajar
    dari anda

    betapa pendidikan kita begitu carut marut,menyebalkan dan sistem orba yang KKN

    masih melekat klo orangnya masih yg itu

  2. Amin…. saya jadi malu nih… semoga saya juga bisa termotivasi lagi atas segala pujiannya.

  3. waktu maen bulutangkis di INIRO kok gak ketemu

    suka ikutan gak. Lumayan untuk mengekspresikan

    diri melampiaskan beban pikiran

    oh ya udah nengok kang Yayat lom.Beliau sakit

    sepulang dari Singapor katanya sih batu ginjal gitu


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: