Posted by: sopyanmk | 19/10/2008

Berphoto dengan Selebritis Laskar Pelangi…


Uhhh mimpi kali yee, setelah sekian lama mempersiapkan untuk bisa hadir nontong bareng film Laskar Pelangi rasanya hampir putus asa ketika hari Jumat badan menggigil. Aku demam dan sampai sabtu pagi perutku mulas, dalah bahasa medik orang Indonesia sepertinya terlalu banyak gas di perut alias masuk angin. Beruntung Pak Iwan dan Bu Anis jemput pake mobil baru, aku yang masih teler dan abis kerokan segera siap2. Gak enak udah ngajak akunya gak pergi. wuih… dah gitu, kita bertiga pada gak tahu Grand Indonesia. Duh… gak gaul amat ya daku nih. Maklum rasanya tempat seperti itu terlalu tinggi deh dan gak ada yang bisa dibeli. Rasanya mahal… mungkin tepat lagu Iwan Fals yang cerita tentang orang miskin melihat mol.

Setelah putar arah karena kelewat, hampir saja kelewat lagi… dengan putaran yang bikin pusing untuk mencapai tempat parkir. Setelah sampai dengan sedikit menahan sakit perut saya bertemu dengan para panitia. Malu juga sih tidak ikut meeting Jumatnya, tapi apa daya kondisi fisik yang memang lagi rada ringkih nih. Rasa sakit sedikit terobati setelah bertemu dengan Pak Satria, walau tidak sempat ngobrol karena beliau di interview wartawan tapi sedikit banyak menyegarkan saya. Setelah mendapat tiket saya segera menukarnya dengan “jagung beledug” dalam bahasa Sunda itu arti yang tepat hehehe. Repotnya paket minumnya koka kola. Beruntung bu Novita sedang berpose dengan Riri Reza dan Mira Lesmana, setelah diperkenalkan bahwa saya mengajar Galik (putra Ibu Mira), saya akhirnya bisa meminta berpose beberapa kali. Alhamdulillah akhirnya bisa juga mejeng hahaha…. Namun sebetulnya ada hal yang paling penting dari sekedar berpose. Pengalaman spiritual dan memotivasi diri sendiri. Bayangkan setiap orang tidaklah menjadi hebat dalam sekejap, seseorang perlu berdarah-darah untuk maju dan sukses. jadi kalau saat ini saya belumlah apa-apa karena mungkin saya belum berdarah-darah dan total dalam berjuang. Dalam hidup ini perlu ada kebanggaan, dalamhidup ini perlu ada pengorbanan, dalam hidup ini perlu ada figur yang harus menjadi panutan. Ada yang lebih penting dari sekedar popularitas… yaitu ketaatan dalam bersyariat, ketaatan dan menjalankan amanah sebagai manuasi. Keterkenalan sering menjadi fatamorgana dan membuat orang tersesat. Jangan sampai ada jalan yang terlewat dan terpuruk ke dalam jurang kenistaan.

Maaf ya temen-temen kalau hari itu tidak maksimal, sepulang nonton diareku langsung tancap gas sampai esok siangnya…. duuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuhhhh


Responses

  1. wah, Pazti seneng bgt deh…
    Ingin rasanya diriku seperti guruku ini…
    Tapi kapan??
    Sedangkan masalah belajar saja saya selalu bermalas-malasan.😦

    Tapi rasanya saya selalu ingin mengejar mimpi2 saya yaitu menjadi orang yang sukses dan berguna seperti Guruku ini.
    Hehehe

    Sukses selalu pak..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: