Posted by: sopyanmk | 18/09/2008

Mimpikah?


Tadi siang bertemu dengan para tokoh dan pakar pendidikan di Indonesia. Ada Mas Sururi yang sudah ke sana kemari dengan pelatihannya. Bertemu dengan Bu Yuli guru Al-Ikhlas yang sangat bersemangat. Ngobrol dan berbagi kisah latar belakang masing-masing. Tak lama, datanglah salah satu tokoh pendidikan mantan dirjen dikdasmen. Betul beliau adala Bapak Indra Jati Sidi. Obrolanpun beralih untuk mendengarkan segala macam pemahaman dan ide-ide beliau yang selalu bersemangat kalau membicarakan dunia pendidikan dengan segala permasalahannya.

Salah satu topik yang beliau bicarakan adalah mengenai kemunduran bangsa Indonesia. Menurut pendapat beliau, saat ini Indonesia tidak perlu lagi diganggu oleh Malaysia, China, Singapur, apalagi Amerika misalnya. Karena tanpa ada gangguan pun bangsa ini sudah mengarah kepada kehancuran. Menurut pendapat beliau hal ini disebabkan oleh semakin lunturnya kejujuran terutama dalam dunia pendidikan. Menurut beliau ada beberapa hal yang saat ini sangat jelas terlihat mengenai lemahnya kejujuran. Dari guru, kepala sekolah, murid, serta stake holder pun banyak yang terlibat dalam ketidak jujuran. Akibatnya mutu dan kualitas pendidikan setinggi apapun masih bisa dipertanyakan. Bahkan beliau bercerita mengenai output suatu provinsi yang berdasarkan penelitian 47% siswanya lulus dengan cara yang tidak jujur. Bukankah hal ini luar biasa?

Bagaimana mungkin mutu pendidikan kita akan semakin maju kalau siswa yang merupakan generasi harapan di masa yang akan datang sudah terjebak dalam tipu daya. Hal lain yang menurut beliau yang membuat rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya motivasi dan etos kerja di kalangan guru. Hehehe jadi tersindir deh…😉, dia membandingkan antara guru swasta dengan gaji yang lebih rendah daripada PNS kualitasnya jauh lebih baik daripada guru PNS yang akan mendapat kenaikan gaji lagi tahun depan. Sebetulnya itu bisa ditebak, yang di swasta mengapa baik karena ada dalih profesional dan jelas costumer satisfaction adalah salah satu alasan mengapa harus memberikan yang terbaik.

Tak lama datang Bapak Gatot, beliau adalah Direktur Seamolec. Wah rasanya tambah seru karena perbincangannya mengenai hi-tech. Bayangkan jika pelatihan guru dilaksanakan di 100 tempat langsung real time. Betapa efektif dan efisiennya pembicara yang tidak perlu kemana-mana tapi semua peserta dapat melakukan pembelajaran dari jarak yang sangat jauh. Ini terobosan penting dalam dunia pendidikan. Yang jelas guru harus lebih keras lagi untuk mengejar ketertinggalan.

Ada satu tema yang muncul mengenai 28 Oktober, beliau bilang 80 tahun lalu komitmannya ada tiga yang dikenal dengan sumpah pemuda. Nah, sekarang yang tiga itu harus ditambah menjadi sekian yang mamppu menunjukkan kepada dunia akan tekad dan rencana kedepan demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa ini. sungguh ini adalah pembelajaran yang luar biasa. Semoga saya dapat belajar dari mereka-mereka yang hebat. Sehingga saya bisa menjadi hebat juga. Amin.


Responses

  1. Wah! Asyik dong bisa ketemu para Pembina Klub Guru tersebut. Ini acara apa dan dimana Mas?
    Salam
    Satria

  2. Wah asyik bgt tuh….
    Smoga tetap maju ya pak…

    SUKSEs Selalu…….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: