Posted by: sopyanmk | 11/08/2008

LIFE LONG LEARNING


Nur Arifah Drajati
SMA Labschool

Lifelong learning, idiom ini sering kita dengar pada saat kita masih bersekolah di tingkat atas atau pada saat kuliah baik di S1, S2, ataupun S3. Lifelong learning dalam bahasa kita memiliki makna bahwa belajar adalah sepanjang masa. Masa kita selama masih berada di bumi ini, masa kita dalam bekerja, ataupun masa kita dalam mendidik anak dan generasi di bawah kita.
Berkaitan dengan lifelong learning, para pendidik atau disebut guru memiliki suatu persyaratan yang mau tidak mau harus dijalani, yaitu belajar, belajar, belajar. Mengapa demikian? Disisi kita sebagai pendidik, kita mewajibkan siswa didik kita bahwa mereka harus belajar setiap hari, berlatih dengan soal-soal dari berbagai mata pelajaran, dan juga ulangan-ulangan yang kadang harus dijalani mereka lebih dari 2 mata pelajaran. Dan guru disisi lain bertugas untuk mengajar mata pelajaran yang dikuasainya dengan materi yang up to date, metode pengajaran yang menarik siswa untuk belajar, dan dapat memahami segala hal yang terjadi dengan jiwa dan perasaan anak didiknya.
Guru memiliki tanggungjawab untuk mencerdaskan anak didiknya. Bagi siswa yang sudah cerdas, guru bertugas untuk lebih mencerdaskannya, bagi yang sedang-sedang saja diarahkan untuk termotivasi dalam mengoptimalkan potensi siswa, dan bagi yang ketinggalan dalam menguasai materi, guru mengarahkan dan mendidik siswanya untuk dapat mengejar ketinggalannya. Disinilah peran guru yang sebenarnya.
Mengingat hal diatas, lifelong learning sudah seharusnya disadari oleh setiap para pendidik di negeri ini. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk belajar sepanjang masa ini. Beberapa diantaranya adalah membaca buku-buku yang berhubungan dengan profesionalisme guru, buku- buku seperti ini sekarang banyak ditemukan di toko buku terkenal. selain itu guru juga bisa belajar dengan guru lain atau disebut juga dengan peer learning ataupun belajar kelompok. Selain itu, kita bisa belajar dengan para ahli di bidang kependidikan. Yang terakhir ini kadang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Bagaimanapun, hal-hal tersebut sangat dibutuhkan bagi guru menjalani proses belajar tersebut. Inilah yang disebut dengan investasi bagi diri sendiri, institusi, dan investasi jangka panjang bagi generasi selanjutnya.
Dengan belajar sepanjang masa, guru mendapatkan pengetahuan yang paling baru, tidak ketinggalan jaman sehingga sampai diejek oleh siswanya dan akhirnya ilmu yang disampaikan hanya sebagai kenangan yang numpang lewat di kepala siswanya.
Semoga dengan kesadaran penuh bahwa para pendidik di negara ini untuk selalu belajar sepanjang masa, negara Indonesia yang kita cintai ini dapat lebih maju dan dapat mengejar ketinggalan dari ilmu dan teknologi dari negara-negara tetangga dengan tanpa meninggalkan budaya Indonesia yang sangat kaya ini. Salam sukses untuk guru Indonesia.

Semoga bermanfaat.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: