Posted by: sopyanmk | 27/07/2008

Makan Malam di KBRI (Washington)


Seperti yang sudah diceritakan kemarin, sore hari kemarin saya datang ke KBRI untuk menghadiri dialog pemuda dengan DEPUTI II bidang kepemudaan Bapak Budi Setiawan. Diskusi yang menarik, terutama saya sangat terkesan karena ia juga masih muda. Saya pikir cukup relevan, tapi setelah tahu beliau nih ahli nuklir, saya pikir sayang banget ilmunya. Padahal pada saat dunia krisis energi seperti sekarang, keilmuan dan kepakarannya akan berguna banyak untuk itu. Tapi walau begitu, dia sangat hebat dan komprehensif pada waktu menjelaskan.

Diskusi diawali dengan sambutan hangat Bapak Salman (Wakil Kepala Perwakilan Indonesia di Amrik), penjelasan seputar Amrik sangat luar biasa. Di sana saya bertemu dengan Ibu Karlina reporter VOA dan El-Shinta. Oiya pembicaranya satu lagi pak Iman seorang ketua LSM bidang teknologi. Keren banget, karena dari S-1 – S-3 dia kuliah di Jepang.

Penjelasan mengenai kepemudaan dan peran pemuda dalam membangun bangsa cukup inspiratif. Bahkan Pak Iman menggambarkan secara gamblang tipu daya lembaga internasional demi kepentingan segelintir negara. Bahkan dia mengibaratkannya sebagi triad. Uih… jadi ngeri deh nasib negara kita ini kedepan. kalau dipikir-pikir, bener juga adanya. Sumber daya alam (air, minyak, emas, tembaga, dll) semuanya sudah dikuasai asing.

Industri otomotif dan elektronik dia jelaskan hanya berproduksi untuk packaging. Kalau investor kabur…. gak ada lagi yang bisa di package kecuali orang, makanya timbul trafficking. jelas beliau…. rasanya semua benar deh.

Sesi diskusi rada-rada alot, banyak yang mempertanyakan peran menegpora, mereka menganggap tidak esensi dan missuse. Tapi Pak Budi dengan gamblang menjelaskan landasan2 berpikirnya serta beberapa hal yang sudah dikerjakan. Dia juga mengakui kalau menegpora bukan departemen utama, tapi bisa melakukan sesuatu. Tantangan dari saya adalah. apakah mungkin menegpora melakukan sesuatu untuk guru muda? karena secara sistemik guru muda selalu terhalang sistem sehingga jelas tidak bisa menunjukkan sesuatu bagi bangsa ini karena terlalu didominasi kaum tua.

Duh… sekarang harus siap-siap ke Virginia.

Eh lupa deh ceritain menu makan malamnya. Ada sayur lodeh, bakwan jagung, ayam, ikan, buah-buahan, dan minuman lainnya. Wah.. hommy banget deh. Terima kasih Pak Ricky dan staff lainnya.

Salam, dari Carlyle suites Hotel di Washington


Responses

  1. Aduh, kabayang…
    di Amrik, gratis maning…

    Iraha abdi…
    Insya Allah, suatu saat nanti….
    Berarti harus punya prestasi dulu…

  2. Assalamualaikum,

    Sukses terus buat Bp.Sopyan. Teruskan cita-citamu kang. Bravo kang Sopyan.

  3. Terima kasih Pak Slamet, mudah-mudahan sepulang dari Amrik kita bisa bertemu dan buat project untuk guru2 muda. Kita punya kesempatan untuk itu. Nanti kita mau bertemu dengan kemenegpora.

  4. pokoke akang hebat bisa dapt ilmu dan pengalaman yg pasti cukup banyak dan berkesan.sukses terus buat akang.tapi ngomong2 ditengah waktu yng ckup padat apalagi di negara non muslim masalah shalatnya gimana kang?

  5. Great, nice question hahaha mentang2 sudah sering makan keju sama roti. Untungnya workshop dilaksanakan sampai jam 5. Sedangkan magrib itu jam 8.30an, jadi masih bisa dijama dzuhur dan Ashar . Kan lagi Shafar, boleh kali ya. Kapan nih kita bisa sharing, seru juga ya kalau alumni PKn ngadain super workshop.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: