Posted by: sopyanmk | 26/07/2008

Newseum, Museum dengan gaya berbeda


Hari ini adalah salah satu perjalanan paling melelahkan. Pagi-pagi saya di bawa ke sekolah summer bilingual (Inggris Spanyol). Mungkin kalau menurut saya mereka lebih mirip sekolah penitipan tapi memang ada kegiatan. Pada hari libur mereka buka kelas summer, pada hari biasa mereka hanya menerima before dan after class. Sekolah mereka cukup representative dan mengingatkan saya waktu masih mengajar di Madania, atau mengingatkan TK istri saya di Cinere. Standard yang dibuat memang berbeda dibandingkan dengan public school ujar kepseknya.

Setelah melakukan touring ke berbagai ruangan, walau yang ditunjukkan hanya ruang pre school. Sangat menambah inspirasi dalam benak saya. Satu hal yang masih jarang bagi sekolah TK di Indonesia adalah pelajaran life skills seperti toilet training, cooking, menyeberang, dll. Di sana anak TK tiap hari jumat selalu diajak berkeliling blok. Mereka diajari menyeberang, lucunya guru yang menyertainya hanya sendirian. Ketika menyeberang tidak ada petugas yang bantuin jaga. Semunya menyeberang berdasarkan lampu, kalau tidak ada lampu? Mobil atau motor tidak akan pernah berani ugal-ugalan. Begitu melihat ada yang mau nyeberang, dengan sendirinya mereka memelankan kendaraanya. beda banget kan dengan di Indonesia? Ada hal yang masih sering dilakukan jika mau menyeberang jalan di Amrik, saya selalu nunggu mobil lewat, padahal disini mobil tetep akan berhenti dan meminta pejalan kaki dulu. Pendidikan yang luar biasa.

Setelah touring sedikit, kami diajak mengikuti kegiatan anak ke kebun binatang. Wah, exited banget terutama Lin Zhang temen orang China. Dia tahu di zoo ada panda, dan dia sangat ingin lihat panda di luar negeri katanya. Ketika kita nanya naik kendaraan apa, bu kepsek bilang bahwa anak-anak akan jalan kaki.😦 sudah kebayang capenya. Tapi kita senang, kami pikir lokasinya tidak terlalu jauh. Huh…. ternyata jaraknya lebih dari 5km. Hebatnya anak-anak tetep semangat dan berjalan menyusuri blok demi blok. Lebih dari setengah jam perjalanan dilakukan, sampai lumayan lemes. Namun semua terobati waktu mau sampai ke zoo karena pohon yang rindang dan teduh. Suer, lebih teduh daripada ragunan atau yang di Bandung. Ko, bisa ya?

Touring diawali dengan mandi air buat anak-anak. Ini menarik, disana ada tempat dimana air disemprotkan dalam bentuk titik hujan yang kecil. Seperti mau steam motor. Lalu anak-anak berlari menuju farm area. Di sana ada bermacam-macam binatang peliharaan. Mereka pada gak percaya kalau saya pernah gembala kambing di Indonesia. Dia bilang impossible heheheh. Sesi menarik buat mereka adalah main di “pizza park”. Ternyata ada corner memakai tenda, disana ada tempat bermain seperti pizza. Anak-anak berlarian dan berlompatan sambil menyusun setiap bagian. Bahan pizzanya dibuat empuk tapi lapisan luarnya pakai plastik jadi tidak robek.

Setelah berkeliling yang gak sampaii-sampai akhirnya kami pulang. Huahhhhh capai banget dan hampir nyerah. Tapi, anak-anak tetep jalan. Ini luar biasa, mereka bilang bahwa setiap hari jumat agendanya ya jalan-jalan tanpa pernah naik mobil. Jadi malu sebenarnya, karena kita terlalu sering menggunakan kendaraan dan manja dengan jarak. Padahal di Washinton orang tidak aneh kalau berjalan 2km atau lebih untuk pergi ke suatu tempat.

Siangnya jam 2.30 saya di drop ke Newseum. Bisa-bisanya orang USA, musium berita dipelesetin jadi Newseum. Di sana ada beragam koleksi yang berkaitan dengan news dari masa kemasa. Bahkan dimulai dari masa sebelum ada kertas. Koleksinya itu lhoooo😉 lengkap. Segala macam dari tahun 1800an gitu sampai sekarang, sampai nama-nama wartawan yang meninggal ketika meliput pun ada. Bahkan wartawan Indonesia yang tenggelam waktu meliput kapal yang tenggelam pun ada photonya. Amazing!!! they document everything… and we have to learn about it.

Konon katanya Newseum ini adalah musium dengan penggunaan kaca paling besar di dunia. ya iyalah masa ya iya dong🙂. Touring dimulai dari lantai dasar langsung ke lantai 6. Ini unik, mereka ingin semua galeri dilewati. jadi, orang kan terpaksa turun dari atas ke bawah, its a smart thing. Di lantai atas ada gallery berbagai koran dari seluruh dunia. Sayang, Indonesia tidak ada di gallery itu. Ada juga photo Indonesia di Ciliwung yang menunjukkan orang naik rakit di lautan sampah sedang mencari barang bekas. Teman dari Cina sampai teriak dan dia pikir itu di daratan.🙂 capcay deh..

Di lantai 3 ada toko suvenir dan tempat membuat cenderamata pake koin. Caranya masukin 2 buah quarter dollar dan 1 sen. Lalu.. diputar penggilingannya, setelah itu… jadi deh hiasan kecil gitu… lucu deh. Selanjutnya di lantai 2 ada kamera dan background. Penasarannya adalah banyak orang antri, tapi waktu saya sampai sudah sedikit karena sudah mau tutup. ternyata disana adalah tempat kita berpose seperti layaknya seorang wartawan TV yang sedang menyajikan siaran langsung. Bayarnya 5 dollar dan hasil filmnya kita bisa di dowload di internet. Jadi kita bisa punya copy nya. Lucu banget… Gawatnya, saya terlambat 15 menit dari jadwal penjemputan bus. hahaha peserta dari Bangladesh dan India udah marah-marah. Huh,… ibu-ibu selalu cerewet, padahal mereka juga kalau datang dari kamar pagi-pagi mesti telat. Sopirnya yang orang Eritrea kesel sepertinya karena memang di daerah itu tidak boleh parkir lama. Tapi setelah minta maaf dia mau mengerti. DI sana juga ada permainan interaktif, saya iseng nyoba membuat kartun tentang pers dan dikirim lewat email. Semuanya touch screen, saya pikir boongan. Eh setelah sampai ternyata beneran keterima. Keren deh…

Nonton Jazz

Selanjutnya saya dibawa ke taman memorial Sculpture kalau gak salah, di sana kami akan mendengarkan musik jazz sampai jam 8 dari jam 5 euy. Asalnya rada apatis ngapain ke sana, maklum biasanya dengerin dangdut atau the Changcuters… hehehe. Di sana, kami milihat orang berkerumun memenuhi taman. Luar biasa, ribuan orang dari berbagai komunitas ada di sana. Musik Jazz mengalun dengan hentakan khas, dihiasi oleh air mancur dan obrolan para penonton dengan kelompoknya masing-masing. Semuanya menikmati. Sayang, saya harus menelpon ke Indonsia, karena sudah jam 7 sore atau di Indonesia jam 6 pagi. 

Ada hal penting banget di Indonesia, yaitu hari ulang tahun Rani yang ke 8. Sudah besar… tidak terasa, sekarang tugas utama adalah pembinaan spiritual. Setelah mental berjalan, sejauh ini cukup efektif. Maka spiritual adalah pertaruhan utama. Semoga alloh membibing usaha ini, karena ini adalah amanah dunia dan akhirat. amin


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: