Posted by: sopyanmk | 25/07/2008

Smithsonian gudang resources guru


Kemarin saya dan tim pergi ke gedung smithsonian, disana semacam kementrian budaya dan pariwisata, tapi pendidikannya juga ada. Saya susah mendeskripsikannya karena memang di Amerika tidak ada lembaga yang spesifik dalam departemen seperti di Indonesia. Di sana saya mendapatkan penjelasan tentang peran smithsonian yang didalamnya memang menyediakan untuk resources guru dan murid, bahkan untuk orang tuapun ada.

Di sana kami diberikan simulasi mengajar dengan menggunakan media dengan tema photo mana yang terbaru dan tertua. Wah, kami berlima sampai kelimpungan. Setelah di kasih clue baru pada menebak. Selanjutnya dia menunjukkan fakta-fakta. Dan setelah itu ada pembahasan. Simple, chalanging, dan exploratif.  Sebetulnya ide yang paling menarik adalah cakupan tema yang luas. Ada tema tentang “inventing”, saya pikir ini menarik karena akan merancang murid2 untuk belajar bagaimana para penemu bekerja. Dampaknya jelas dong… akan berkembang pemikiran “kalau saya juga bisa menemukan/membat sesuatu”.

Hal yang paling menarik adalah di pelajaran sejarah, civil war buat mereka bukan aib. Itu adalah sebuah kemenangan dalam sejarah. Tidak ada yang ditutup bahkan jadi kajian dan pelajaran di sekolah. Artinya, jelas bahwa semua tragedi ada hikmahnya. Di kita sampai saat ini tidak ada kajian tentang tragedi Sampit, Maluku, Poso, Papua, Aceh, dll. Padahal, kalau itu dikaji dengan jujur dengan semua fakta-fakta yang ada akan menumbuhkan pengertian dan dampak yang lebih positif dibandingkan dengan usaha menyembunyikna dan membiarkan masalah itu hanya sebatas kasus yang tidak perlu semua orang tahu. Akibatnya, kerusuhan itu selalu berulang, berulang, dan berulang. Sungguh penduduk di kita jadi tidak bisa bercermin dari semua tragedi.

Situs smithsonian adalah www.smithsonianeducation.org mungkin sepulang dari USA saya bisa sharing dan eksplore sama-sama. Tapi jelas disana ada banyak hal yang harus dipelajari dan dijadikan ide oleh para petinggi diknas. Kalau tidak, jangan khawatir akan ada orang yang siap meniru dan mengembangkan seperti itu di Indonesia. Pembaca juga siap kan?

Setelah itu kami jalan2 ke Musium Aero Space. Wah segala macam pesawat ada. Tapi tetep yang paling menarik adalah Apolo. Lainnya nanti saya ceritakan spesifik. Setelah itu kami melihat Musium Indian dan touring di Musium Art. Seru banget deh…

Capeeee

Tapi saya dah janji mau main ke KBRI Washington, saya ketemu beberapa orang. Sepertinya gak usah disebutin kali ya. Tapi mereka baik dan mengajak nonton mereka berlatih basket. Sayang, lapangan sudah dipakai oleh orang amrik yang badannya gede2 dan item. Dasasr ya mereka harusnya menghormati itu jadwal orang lain. Alasan mereka adalah karena mereka ada 10 orang. jadi, ya gak jadi deh main basketnya setelah nunggu sekian lama.

Akhirnya saya diajak makan ke restoran jepang di depan belakang KBRI. Yummy… aku pilih salmon deh. Sabtu nanti diundang datang ke forum diskusi dengan staf menegpora. Dan yang jelas.. ada makan malamnya hehehe


Responses

  1. Sebetulnya tulisan Oyan mengenai perjalanan ke amrik semuanya menarik. Tapi ada dua hal yang tiba-tiba membuat hati ade tergerak untuk ngasih komentar. Pertama: waduh….kirain Oyan jadi reporter beneran…hati sudah berbunga-bunga lihatnya…tipeng deh! Kedua: tulisan tentang perlunya penyampaian civil war dalam sejarah, sebetulnya setuju-setuju saja…cuma yang sangat perlu diperhatikan adalah cara penyampaian dan objektifitas isi sejarah yang disampaikan. Cara penyampaian harus yang bisa menumbuhkan pemikiran bagaimana belajar dari sejarah agar yang salah jangan terulang, selama ini kan pelajaran sejarah hanya hapalan “fakta-fakta”. Objektifitas isi sejarah juga apa bisa dijamin? atau berpihak pada siapa yang berkuasa? keberpihakan dan muatan kepentingan ini yang agak memprihatinkan di kita. bagaimana peristiwa DI/TII, penumpasan PKI, supersemar disampaikan? kalau peristiwa didaerah-daerah Poso,sampit, papua dll yang seperti Oyan katakan disampaikan ke siswa, kalau pun guru dan penulis sejarahnya objektif dan tidak memihak tapi apa dijamin siswa penerima informasi akan menangkap secara objektif pula. Seperti kita ketahui orang Indonesia ini dalam menghadapi apapun cenderung emosional daripada rasional. Setelah mereka tahu fakta apa tidak akan timbul perasaan dendam kolektif? solidaritas maksudnya. Selama penulis, penyampai dan penerima catatan sejarahnya siap, ini ide bagus. Kenapa ade tulis ini? ade khawatir ada guru yang terinspirasi terus nayangin film peristiwa poso di depan siswa tanpa mengantisipasi dampak. Selamat berpetualang….

  2. Halo Teteh… maksud saya adalah kajian sistemik. Kenapa kajian sistemik, satu hal yang penting bahwa kajian secara ilmiah akan menghasilkan objektivitas. kalau dilakukan sistemik maka tidak akan ada kajian subjective, karena semuanya menggunakan standar. Nah ini adalah bagian dari pemerintah dan kampus untuk melakukan ini semua.

    Di Amerika, dokumen rahasia dibuka setelah sekian tahun. Sehingga tidak ada hal yang menjadi rahasia. Semuanya terbuka, nah daripada mengendap jadi dendam kan mendingan terbuka dan semuanya belajar.

    Untuk menghindari subjektifitas mau tidak mau semua orang harus jujur. Saksi mata harus dihadirkan dan menjelaskan dari berbagai sisi. Ini jelas akan membuat kita menjadi mengerti semua duduk persoalannya. Sekarang yang terjadi adalah pengakuan dari berbagai pihak akan kebenaran sejarah. Ini silly think and stupid.

    Bener kan?

  3. Kejujuran itu mahluk langka di Indonesia…jadi pesimis. Hik…hik…

  4. Nah kalau kejujuran gak pernah dicari? kapan kita akan menemukan kejujuran itu… bener kan? Asyik ni… si Teteh, I thing we ca do more than teacher do🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: