Posted by: sopyanmk | 24/03/2008

MEMBANGUN MASA DEPAN ISLAM : PESAN UNTUKPARA INTELEKTUAL MUSLIM –Lanjutan


Tinjauan Buku

ali1.jpgKarangan : Dr. Ali Syari’ati

Pada kesempatan yang lalu, kita telah membicarakan mengenai pemikiran Dr. Syari’ati yang telah mengemukakan kerangka mengenai lahirnya suatu kelompok raushanfikr melalui telaah ideologi, filsafat dan ilmu pengetahuan. Sebagai seorang yang “tersadarkan”, Syari’ati sadar bahwa tanggung jawab yang diembannya kemudian  tentunya tidak sebatas hanya dengan melontarkan gagasan. Pemikiran saja tidak akan merubah kondisi umat Islam yang memprihatinkan, tetapi ia perlu diikuti langkah melalui program nyata penyadaran umat Islam secara keseluruhan.

Untuk itu, Syari’ati yang dengan sadar menerima tanggung jawabnya, kemudian menyusun suatu program tindakan untuk semua golongan intelektual dan orang muslim yang setia dan sadar, yang berusaha mencari cara-cara demi kejayaan Islam dan kaum Muslim.  Syari’ati kemudian memprakarsai berdirinya Husayniah Irsyad, sebuah lembaga pendidikan yang bertujuan untuk memberi panduan intelektual berdasarkan aliran pemikiran (imam) Husayn, yang berlandaskan pemahaman akan zaman, masyarakat, Islam dan ajaran Syi’ah masa kini. Dalam bukunya tersebut, Syari’ati mengemukakan program-program Husayniah Irsyad secara ringkas. Menurutnya, alasan bagi pengemukaan  program ini ada dua:

Pertama, program ini, yang diusulkan di sini sebagai program ilmiah Islam bagi orang-orang Muslim Iran yang “tercerahkan”, dikemukakan agar orang-orang sadar dan bijaksana dapat membantu kita untuk memperbaiki dan menyelesaikannya melalui saran-saran dan pandangan kritis mereka.

Kedua, program ini dikemukakan agar orang-orang Muslim dalam masyarakt kita dapat melaksanakannya –dalam bentuk yang sesuai dengan sumber daya yang mereka hadapi-.

Program-Program Husayniyah Irsyad

Husayniyah terdiri atas tiga unit organisasional di bidang riset, pendidikan, dan propaganda; dan unit keempat untuk mendukung dan menyediakan sarana ketiga unit tersebut.

Bidang riset adalah bidang yang paling dibahas Syari’ati dalam bukunya. Syari’ati beranggapan bahwa observasi, rasionalitas dan riset ilmiah merupakan ciri-ciri menonjol pandangan budaya dan agama Islam. Al-Quran tidak seperti nash keagamaan ayng mempunyai nada memerintah dan menguasai dan kemesteriusan doktrin-doktrin dan prinsip-prinsip agama yang berada di luar pemahaman rasional –dengan cara yang sedemikian rupa sehingga tidak menyisakan ruang untuk logika, penalaran dan sains, serta dengan cara berpura-pura memahami doktrin-doktrin agama. Al-Qur’an -dengan prasyarat kesalehan jiwa, kesucian hati dan ketulusan pemahaman- terus menerus menyeru kepada pengikutnya untuk berpikir dan merenung. Al-Qur’an mengakui metodologi sebagai jalan untuk menyelamatkan rakyat dari kungkungan kebodohan. 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: