Posted by: sopyanmk | 14/03/2008

Kisah Sopyan Maolana Kosasih Meraih Excellent Award (2-Habis)


europe-154.jpg26-01-2008 02:41 WIB
Kisah Sopyan Maolana Kosasih Meraih Excellent Award (2-Habis)
Persiapan Dua Tahun, Siswa Dilatih Keras Berbahasa Inggris
Ketika Sopyan melihat kemampuan siswanya dalam berbahasa Inggris, guru bahasa Inggris di SMPN 3 ini yakin bahwa siswanya mampu menggolkan proyeknya. Benar saja, usahanya tidak sia-sia hingga akhirnya bisa menggondol penghargaan. Apa saja yang dilakukan Sopyan untuk meraih prestasi tersebut?SEBELUM meraih penghargaan Excellent Award, pria yang hobi memasak ini pernah juga mendapatkan prestasi dari ajang yang serupa. Karena Sopyan sudah mengikuti lomba tersebut untuk kedua kalinya. Hanyasaja, saat lomba pertama, dirinya hanya mampu meraih prestasi sebagai The Best Project. Namun dari prestasi inilah, yang membuat Sopyan bergairah untuk membuat proyek lain agar lebih meningkatkan prestasinya.

Terbukti, dari penghargaan pertama itulah yang membuat perhatian juri dari berbagai negara menjadikannya sebagai member. Nah, dari ketertarikan itulah iapun mampu mengumpulkan point yang lumayan banyak mengantarkannya meraih Excellent Award.

“Kurang lebih dua tahun saya mempersiapkan semuanya. Tahun pertama digunakan untuk pematangan yang dilakukan di Yunani selama satu minggu, setelah itu proyek dilanjutkan di tanah air. Nah, saat di tanah air itulah siswa diajak bekerjasama,” jelasnya.

Penyemangat Sopyan dalam berkarya, tak hanya dari prestasi pertama tapi juga berkat dukungan penuh siswanya. Apalagi para siswa harus menggunakan bahasa Inggris, sehingga iapun terus mengenjot siswanya untuk terus berlatih dalam menggunakan bahasa Internasional tersebut.

Akhirnya, siswa yang dilibatkannya pun mempunyai kelebihan berbahasa Inggris yang lebih baik dari negara lainnya.

“Bahkan pernah ada siswa yang bertanya, kok bahasa Inggris negara lain pengguasaannya lebih baik dari saya. Saat saya cek ternyata memang benar, kemampuan bahasa Inggris siswa itu jauh lebih baik. Nah, dari itulah saya terus kembangkan konsep proyek tersebut,” paparnya.

Menurutnya, siswa yang mengikuti pembelajarannya dilatih cukup keras bahkan kemampuan siswa yang saat ini duduk di kelas tiga bisa diacungkan jempol, mungkin karena sudah terbiasa berbahasa Inggris saat lomba tersebut.

Dari situ pula, kata dia, para siswa juga terbiasa berhubungan dengan dunia luar dan menggunakan bahasa Inggris. “Jadi siswa lebih terbiasa, karena lomba ini juga memang ditekankan agar bisa membangun atau membuat sesuatu yang bisa bermanfaat untuk semua orang tak terkecuali pelajar,” tandasnya. (*)

(Nellyani)


Responses

  1. Good Job! Kapan nih kita bisa kerjasama di satu proyek untuk kemajuan pendidikan Indonesia. OK.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: