Posted by: sopyanmk | 11/03/2008

Kegiatan guru MI


Apakah ini hanya sebatas mimpi? tidak sahabat ini semua nyata. selamat menikati

pic_0577.jpg


Responses

  1. salam kenal pak sopyan

  2. Salam kenal kembali… terima kasih atas kunjungannya.

  3. woow kelihatan happy tuh kana, siswi-siswinya.

  4. Pak Sofyan, saya baca email baca dari milis DikBud… saya dah gabung di milis itu. Hehehehe… Bapak ini aktif sekali ternyata..
    Apa kabar, Pak?

  5. Terima kasih Mas Hendri, semoga kita bisa terus menciptakan keceriaan dan kebahagiaan bagi anak2 selama belajar di sekolah. Mereka semakin termotivasi dengan belajar yang berbeda dari biasanya.

    Bu Nurma, akhirnya … ketahuan juga modal saya hehehehe🙂

  6. kang minta ijin foto2 kegiatan imani prasasti saya cetak dan saya pampang buat report tesis saya yah hatur nuhun Kang,
    Nining Nagoya Jepang

  7. untuk lengkpnya photo2 bisa lihat di http://www.prasastiimni.org silahkan kalau buat teteh mah.🙂

  8. Sebetulnya kegiatan belajar yang menyenangkan itu memang kegiatan belajar yang lebih efektif. Hanya, keluhan dari beberapa guru (terutama SMA), kegiatan tersebut menyita banyak waktu. Dengan beban materi pelajaran sedemikian (walaupun sekarang sudah agak berkurang), ditambah adanya UN, membuat guru-guru lebih memilih memberikan semua materi tapi belum tentu terpahami semua, tidak menyenangkan juga, dan membuat kegiatan belajar lebih sebagai beban daripada kebutuhan. Tapi mau bagaimana lagi kalau pemerintahnya sendiri bersikap dualisme, yaitu antara kurikulum dan UN sebetulnya bertolak belakang. Masih mencari nih…kegiatan yang menyenangkan tapi materi pelajaran juga tidak keteteran. Mau ngasih info?

  9. Sepertinya suatu kegiatan yang mengasyikkan dan bermanfaat. Berbagi pengalaman dengan sesama guru. Two thumb 4U.
    Salam ntuk teman2 di prasasti.🙂

  10. Terima kasih Ibu Novita, semoga kami dan anda bisa lebih hebat lagi…🙂

  11. Teh Ade, tidak ada kegiatan yang menyita waktu. Pilihannya adalah, apa yang kita kerjakan bermanfaat dan dikenang atau hanya sebatas pekerjaan yang tidak bermakna dan hanya sekedar menunaikan kewajiban. Kalau guru mau melakukan perencanaan di awal. Dikejar waktu itu hal musthil. Toh semuanya sudh terencana dengan baik. Intinya, kita sudah kekeringan ide dan takut untuk keluar dari comfort zone. Malu kalau disebut idealis, takut diomongin kalau lebih maju dri temen. Mereka lebih merasa sah menjilat pantat kepala sekolah daripada berprestasi dengan halal.

    Mau sharing idea… ayo…

  12. Kayaknya sih…iya! cuma alasan saja. Orang males memang lebih sibuk cari alasan daripada solusi. Dulu….dulu…banget pernah melakukan itu. Sampe pernah dikasih penghargaan guru kreatif 2003 dari PIPK ITB. Tapi… sekarang malah riweuh ke sana kemari, jadi kalau ada disekolah sibuk nambal materi yang keteteran, di rumah sisa-sisa tenaga. Gimana mau cari ide? Alasan lagi…deh! Harus di”cas” lagi kayaknya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: