Posted by: sopyanmk | 01/02/2008

Membuat Asia-Euro Money Online


Kegiatan ini dimulai bulan Agustus tahun 2006, waktu itu Asia-Europe Foundation membuat pengumuman undangan kepada guru di Asia dan Eropa melalui internet untuk mengajukan aplikasi guna hadir ke Konferensi Guru Asia-Eropa ke-6. Saya register sebagai guru di SMP Negeri 3 Bogor dengan aplikasi makalah “Asia-Euro Money”. Bulan September 2006 ada pengumuman lewat e-mail bahwa proposal saya diterima dan saya dimasukkan ke dalam milis calon peserta konferensi di Yunani untuk mengajak peserta dari negara lain terutama dari Eropa, hal itu sesuai dengan konsep Foundation Asia-Eropa.

Ada yang menarik pada waktu brainstorming dengan peserta lain, ternyata ide itu sejalan dengan peserta dari Estonia. Mirip namun jelas penekanannya berbeda. Setelah melalui pendekatan, akhirnya kami bersepakat untuk membuat kolaborasi diawali dengan Indonesia-Estonia. Lega juga Mas, soalnya syarat Asia-Eropa sudah terpenuhi. Akhirnya promosi di milis dilakukan berdua. Hasilnya sangat sulit mengajak orang-orang di milis karena jelas keterbatasan penjelasan dan ketidak kenalan satu sama lain.

Dengan segenap perjuangan  dan dukungan dari Sekolah dan PEMDA Kota Bogor akhirnya saya dapat berangkat ke Yunani. Ini luar biasa bagi saya karena pengalaman pertama saya ke luar negeri. Semua diurus sendiri dan dibayangi ketakutan tidak mendapat sponsor untuk ongkos.

Di Kabupaten Serres, Provinsi Thessaloniki Yunani konferensi itu dilaksanakan dihadiri lebih dari 50 peserta dari berbagai negara Asia-Eropa. Pendekatan antar peserta menjadi menarik karena face to face jauh lebih menyenangkan. Sayangnya kondisinya cukup berat karena mereka pun sudah membawa project yang sudah dirancang. Jadinya, barter atau terpaksa menolak.

 Di Yunani, setelah pendekatan intensif utusan dari Polandia, Philipina, Swedia, dan Hongaria bersedia bergabung dengan kami. Malah saat itu Brunei cukup antusias juga untuk terlibat. Sayang di perjalanan kami kehilangan kontak untuk melanjutkan. Hal tersulit dari kegiatan di Yunani adalah menyusun agenda kegiatan dan menyamakan waktu. Hal terberat adalah libur yang berbeda.

Sepulang dari sana kendala masih terus berlangsung, kendala yang sering muncul adalah internet akses. Seringkali sepulang sekolah saya harus nongkrong di warnet untuk buka email, upload file, membuat website dll. Tapi itu semua menyenangkan, apalagi anak-anak cukup kooperatif dan mau bekerja keras.

Akhirnya masalah bisa teratasi dan hasilnya seperti ini.

Alhamdulillaah


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: