Posted by: sopyanmk | 01/02/2008

Diskusi = Menang-Kalah?


Terinspirasi dari sengitnya diskusi di milis SD Islam

Assalaamualaikum,

Ada sebuah kisah seorang raja yang sedang sakit parahbertahun-tahun dan belum bisa disembuhkan. Padahalraja itu adalah raja yang adil bijaksana sehinggasangat dicintai oleh rakyatnya.

Seperti di kisah sejenis, raja pun mengumumkan sayembara untuk mengobati dirinya. Dengan janji hadiahdan penghargaan yang besar, rakyat biasa, tabib,dukun, dokter tim Soeharto pun mungkin akantertantang. Hasilnya tidak ada satupun yang bisa menyembuhkan sang raja. Raja sudah sedemikian prustasi dan meningkatkan hadiahnya sama seperti Amerikamenaikkan hadiah kepada para pelaku teroris sepertiOsama.

Suatu hari datang seorang pendeta dan meminta menghadap raja agar bisa mengobati. Dengan pengawalan ketat, pendeta pun mengobati sang raja. Obatnya sederhana, raja hanya perlu melihat semua yang berwarna hijau.

Sepeninggal sang pendeta, Raja pun antusias dan menyuruh kepada para pengawal untuk mengumumkan keputusan agar rakyat mengecat semua hal dengan warna hijau. Rambut berwarna hijau, piring, cangkir, dinding, istana, air, apapun yang akan dilihat oleh raja harus berwarna hijau.

Hasilnya, sang raja sembuh kembali dan dapat beraktifitas seperti biasanya.

Pengumuman kesembuhan Raja tersiar keseluruh pelosok dan terdengar oleh si Pendeta. Pendeta pun datang kembali dan menghadap sang raja untuk menanyakan hadiah yang akan diberikan.

Sesampai di halaman istana, para pengawal segera menahan sang pendeta dan menginterogasi maksud kedatangannya. Pendeta pun menjelaskan bahwa ia yang
mengobati Raja sampai sembuh. Akhirnya pengawal terpaksa mengantar sang pendeta ke hadapan Raja. Begitu melihat pendeta, raja berteriak dan meminta pendeta mundur. Sambil bingun sang pendeta bertanya, apa sebabnya dia disuruh mundur? Raja pun
berkata “Bukankah dulu pendeta yang bilang bahwa raja akan sembuh jika hanya melihat yang hijau, sedangkan sekarang pendeta memakai baju putih.”

pendeta pun tertawa, “Raja, mengapa saran saya disikapi dengan cara yang mahal dan tanpa perhitungan! “.

Raja menjadi bingung dan bertanya “Maksudnya?”

Pendeta pun berkata “Tuanku Raja, bukankan engkau tinggal memakai kacamata berwarna hijau! Sehingga baginda tidak perlu mengecat semuanya dengan warna hijau”.

Raja pun tertunduk malu.

===
Melihat perdebatan sengit, saya senang sekali walau saya memilih menikmati pendapat semua orang. Saya lebih memilih membenahi pemikiran saya dibandingkan memaksakan orang lain untuk memahami pemahaman saya. Bukankah akan capai, ketika orang lain tidak mau memahami kita jika targetnya tidak tercapai. Padahal saya yakin esensi diskusi bukan itu.

Bagi saya, esensi diskusi adalah memahami segala hal berkaitan dengan topik. Semakin banyak alternatif jawaban, semakin luas pemikiran kita. Ketika diskusi menjadi sebuah fatwa, lalu apa manfaat diskusi.

Mohon benarkan jika saya salah, pada waktu perang khandaq para sahabat berdebat mencari solusi guna melawan pasukan yang mengepung Madinah. Perdebatan
hampir tanpa ujung karena setiap pendapat akan dihadapkan pada kelemahan pendapat itu. Sampai akhirnya datang Salman Al-Farisi. Pendapat Salman tidaklah mudah untuk meyakinkan para sahabat lainnya. Perbincangan alot tetap berjalan. Namun dari semua
usulan, Rosul melihat hanya ini alternatif yang dianggap baik. So, diambilah strategi khandaq.

Hasilnya? sejarah membuktikan keberhasilan metoda itu.

Konteks saya adalah, diskusi di milis ini bukan sesuatu yang harus diambil keputusan. Biarkan pemikiran ini berkembang, adrenalin meningkat, dan kreatifitas menjadi hampir tak terbatas. Terus berfikir dan mencari argumen. Bukankah itu indah?

jadi, saran saya…
Daripada kita harus berpikir menang kalah dan marah jika orang lain berbeda pendapat, lebih baik kita mulai memahami cara berpikir orang lain dan menikmati keajaiban yang ditemukan.

Meminta orang lain memahami kita akan jauh lebih sulit bahkan tidak mungkin dibandingkan dengan diri kita belajar untuk memahami karakteristik orang lain dengan
segala kelebihan dan kekurangannya. Itu malah akan mengantar kita kepada kemuliaan.

Semoga kita termasuk umat yang mengamalkan “wajadilhum billati hiya ahsan” (maaf kalau kutipan saya salah.

Wassalaamualaikum,


Responses

  1. man ro buka

    gitu aja ko repot ceuk almarhum


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: