Posted by: sopyanmk | 14/01/2008

Diskusi dengan Kang Yayat


—sopyan kosasih wrote:
Tulisan ini dipersembahkan untuk saudaraku kaum Muslimin dan Muslimah serta seluruh
manusia yang berkesempatan membacanya. Semoga hidayah dan berkah hijrah dapat menjadi wasilah bagi kita untuk mencapai derajat taqwa. Kita ini adalah mahluk hina yang semakin sombong, betapa tidak kini manusia bisa meniru burung terbang bahkan lebih dahsyat lagi, manusia juga bisa meniru jaguar sang pelari ulung bahkan jauh lebih cepat lagi, manusia sekarang bisa menyelam ke dasar terdalam lebih hebat dari ikan, namun sayang manusia ternyata menjadi kesulitan dan kehilangan jatidirinya untuk menjadi dirinya sendiri selaku hamba Alloh SwT.

Semoga renungan ini bisa melecut hati dan meregang akal akan kesombongan yang sudah dilakukan selama ini.

Tulisan ini pun dipersembahkan bagi BagindaRosululloh

— Yayat Suryatna wrote:
Hijrah Hmm? Maknanya koq tergerus yah? Apalagi oleh adanya gerakan pemurnian Islam. Hebat ya, ada yang tahu Islam murni, campur aduk, dan sebagainya. Jadi bingung kan nantinya, yang salah itu siapa? Di mata satu pihak, yang lain adalah salah. Di lain pihak, juga demikian. Untuk menyelamatkan diri dari azab (hiii serem deh), seseorang harus hijrah. Ya, dari kesesatan dan dari kesalahan menuju kebaikan sih tidak masalah. malah itu bagus. tapi, hijarh yang harus bayar sejumlah rupiah sebagai dana penebusan dosa, wah ieu mah lieur jeung ngalieurkeun. Orang seperti itulah yang membuat kata dengan makna sakral dan bernas menjadi hancur. Lalu, masihkah kita perlu hijrah. Eit, lihat-lihat dulu. Kini ada di sisi mana? Kalau ada di sisi yang terang dan kita yakin telah berada di jalan yang benar, hayoo, gimana mau hijrah. Jadi, siapa yang paling berperan untuk menentukan apakah perlu hijar atau tidak? Kan Nabi juga tidak hijrah setiap saat. Tidak setiap tahun. Hanya satu kali. Ternyata repot juga yah ada di dunia multitafsir ini. Tapi inilah dunia kita. dunia manusia.

!--more--

—sopyan kosasih wrote:
tah eta tah nu ngalieurkeun teh, coba we istilah al-qiyadah dimakan oleh mushadeeq, ada qur’an murni, ada juga macem-macem. Akhirnya umat islam jadi takut sendiri dengan istilah-istilah esensi dari ajaran Islam. Ulama kamarana wae nya, ukur ngurus lebaran melulu. Pornografi, pelecehan, judi dan lain-lain malah di gasak fpi yang kadang2 jadi mencemarkan Islam. Ya memang kan kalau sudah di jalan benermah tidak usah hijrah asal terus komit, kan dalam konteks hijrah nabi untuk menghindari kesesatan dan meningkatkan kenyamanan beribadah… uhuhuhuhuhu… siga ajengan wae nya… rada insyaf jiganamah… hahahahah.

— Yayat Suryatna wrote:
efek buruknya, kita jadi ga begitu semangat dgn keislaman, dalam arti “ah itu mah pasti Cuma mikirin halal haram, surga neraka, dosa pahala. hidup ini kan gak mungkin cuma ngurus itu. Memang itu adalah ganjaran dari sisi spiritual, tp kan cuma utk memotivasi org agar berbuat baik. mikirin iri sendiri dan peduli pada sesama. nah, kadang ini dipersempit. mikirin keuntungan sendiri dan peduli pada kepada kepentingan sesama kelompoknya saja. yang kayak gini mah wajib hijrah. terserah mau jadi lebih baik atau menutup lembaran hidupnya yang kelam itu. untuk itu, penting banget kalee adanya pembelajaran berpikir kreatif-empatik. tapi kalo dikemukakan lebih lanjut, politisi akan menungganginya niih, maklum lah, ini kan amunisi utk menaikkan pamor.

—sopyan kosasih wrote:
nah itu dia, tapi kalau mau ada yang nunggang sih gapapa, asal siap2 saja jatuh dari pelana kalau gak siap. Atau malah akan terinjak-injak tunggangannya. Ya selama maslahat jauh lebih besar ga papa lah… asalkan jangan ada klaim diantara mereka dan kita hahahaha. Ribet ya, diakui atau tidak pemisahan agama dan kehidupan ini sepertinya sudah berhasil. Akibatnya, agama hanya di 5 waktu, 1 bulan ramadhan saja. Sisanya, lets have fun!!! kata syaithon hahahaha

—Yayat Suryatna wrote:
Pertama, mungkin akan muncul pola keagamaan baru (Islam Indonesia), yang bukan NU, muhamadiyah, fpi, PKS, JIL, dll. Apa sintesa dari semuanya atau menganggap semuanya itu gak penting. So, kita lihat saja.

Kedua, Selamat atuh diterima mah. Asal bisa bagi waktu, kan ga masalah.

Ketiga, Asyik dong. kapan mulai? Jadi kudu belajar lagi dg lebih serius nih. hatur nuhun.
Sip. ini akan jadi ruang buat mendorong kreativitas. tantangan lebih tinggi, mikir lebih dalam lagi. itu kan konsekuensinya. daripada mikir yang enggak2. mikirin kapan HMS meninggal, harga2 akan turun, gak relevan. juga ga berguna.
thnx

—sopyan kosasih wrote:
nah itu, kadang2 orang2 mengharap orang lain ngertiin kita. Makanya mereka sering kecewa, padahal yang palling bernilai itu justru bagaimana kita ngertiin mereka kan gak ada beban lagi…. kita bisa enjoy man!!!!


Responses

  1. Berbicara hijrah emang penting, apalagi baru kemarin aja kita berganti tahun islam itu.

    Untuk kang Sopyan dan kang Yayat, terus terang akhir-akhir ini saya lagi drop berat nih…

    Bayangin, sekarang jadi males ke masjid padahal rumahku bersebelahan dengan masjid. Dosa juga koq lbh sering dilakukan. So, bantu donk…

    Boro-boro mikiran umat sekarang, untuk sendiri aja lg amburadul.

    Mencermati diskusi kalian berdua, saya merasa malu, pada diri sendiri tentunya.

    Apa sih kiatnya? Apakah kalian punya komunitas yang bagus atau emang termasuk orang2 yang istiqomah.

    please….

  2. Hahaha… itu berarti sabda Rosul itu bener, al-imanu yajid wa yanqus, mungkin saat ini Deni lagi berkurang Imannya. pertanyaannya mengapa Den? Akang tahu Deni orang yang cukup memiliki komitmen, ya… kita tidak bisa hidup menyendiri tanpa partner dan komunitas… cape buanget Den! sepertinya kita berjuang sendirian dan ngabisin energi… jadi beneran harus hijrah. mengapa males k mesjid? gampang tuh instropeksinya:
    1. jangan2 sebel sama pengurusnya
    2. mungkin pernah kecurian sendal
    3. mungkin materi dakwah dan program mesjid tidak meningkatkan komitmen kita alias membosankan… ayo pilih yang mana?????

  3. Hrs jujur nih…
    Kayane yang nomor 1 tuh…
    Awalnya saya jg agak aktiflah, ceritane jd sekretaris masjid gitu…
    cuma, perkembangannya ada beda pandangan gitu..

    Ya, emang betul kayane perlu menambah kedewasaan berfikir dan berjuang terus…

    Setiap melihat Photo akang yang guanteng and smart, jd memberi semangat lagi gitu loh…

    Oh ya, kang Yuyus dan kang Lukman Surya lagi S 2 di UPI gambil jurusan Pend. Kewarganegaraan. Akang udah apa lagi?

    Salam untuk keluarga.
    Mksh

  4. Nuhun Deni, akhirnya ada juga yang muji hahahah… emang nih lagi rada narsis, tapi ya anggap juga itu bagian dari rasa syukur, tak berhak kita sombong karena kita tak pernah tahu kapan itu akan berubah jadi tua…

    Yuyus dan Lukman S2, pingin juga sih tapi gak di Indonesia sih pinginnya, apalagi di UPI duh… ketemu lagi dosen yang dulu2. Gak nyaman ah, ada rencana ke Australia nih… doain aja, sekarang lagi belajar English…

    Mau usaha dulu, kalau kepepet sih.. ya mau apa lagi….kalau Deni?

  5. Belumlah…. biayane sih…
    Lagi nyari beasiswa, blm dapat2…
    Temen sih udah ada yang dapat, full beasiswa di UGM.

    Emang, jangan mau kuliah di UPI lagi, gak bagus…gus…gus…hus…hus…

  6. Salam kenal kang
    i’m verry happy finded new site like your have.
    i’m same with you, i’m teacher in fovurite school in Semarang. And in class i’m teaching same with you “Civics” class x.
    So.. thank you very much because we can get new aplication from you.
    i hope you give me permitted to copy what your idea.
    thanks

  7. Halo Mas Wijayanto,

    With my pleasure… you may use the idea but please check the indicator. You can see the indicator is not applicative or still bias. I changed it already in my syllabus. We can correspondent more or if possible we can make a PKn project with me.

    Can we?

  8. ibadah individu memang penting tapi ibadah sosial
    dan kesalehan sosial katanya lebih membumi dan langsung dirasakan maslahatnya bagi umat khalayak dan lingkungannya. badewebaswe kadang-kadang orang2 lupa ato gak konek

    jadi inget lagunya beatles “imagine’

    numpang komen nya hampura

  9. Kang Sopyan, aku tambahkan blognya ke blogrollku ya..?

  10. Dengan senang hati Mas Agung….
    Blognya Mas Agung please…

  11. diskusi yg menarik

    • apalagi kalau melanjutkan diskusinya bersama-sama hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: