Posted by: sopyanmk | 27/12/2007

UN SD (Kutipan dari Milis cfbe@yahoogroups.com)


Selamat datang UN SD 2008 !

UN SD sbg keputusan politis:

Tak lama lagi, Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Guru dan orangtua hingga murid akan melaksanakan hajatan Nasional, Ujian Akhir Sekolah Dasar Nasional (UN-SD) yang memang harus dilaksanakan karena sesuai dengan amanat Permendiknas no 21-23 dan PP09/06 yg pada dasarnya inkonsisten dg UU sisdiknas, meski banyak warga yang menolak UN, tetapi apa boleh buat, UN ini adalah keputusan politik dari wakil rakyat kita, kenapa keputusan politik ? Karena bujet UN yg milyardan rupiah itu harus mendapat persetujuan DPR, jika mereka menolak, selesai kan ?

Lantas adakah bukti sebagaimana di klaim oleh Mendiknas bahwa UN akan meningkatkan mutu pendidikan ? Ternyata, hal itu hipotetis saja, tidak ada bukti tanpa UN mutu pendidikan menjadi lebih baik, semisal di Finlandia, tanpa UN mereka toh tetap terbaik di dunia dalam pendidikan dasar menengahnya. Ada UN juga menghasilkan pendidikan yang sangat baik seperti di negeri sejuta biri biri, NewZealand dan negeri sebesar titik di peta, Singapura. Jadi harapan dg UN mutu persekolahan di Indonesia menjadi baik, belum ada studi yang mendukung, hanya sebuah asumsi, paling pol hipotesis.

Dampak UN:

!--more--

Dampak positip UN memang ada, misalnya ekonomi percetakan berjalan makin cepat, bisnis bimbingan belajar laku keras, guru2 yang nyambi disini makin makmur dan semua sektor bisnis terkait. Ada pula murid murid yang semakin rajin, karena ada ancaman tidak lulus dan masa depannya gelap dan karena diomeli ortunya tiap hari. Tetapi
UN juga akibatkan stress masal, mulai Wakil Presiden hingga peserta ujian yang masih senang senangnya bermain, yang paling stres biasanya orangtua murid, dengan segala cara dari yg halal hingga mendekati haram dilakukan agar sang anak lulus UN dan berharap masa depannya cemerlang. Juara stres kedua adalah Gurunya, karena sejak awal, sudah ada instruksi berantai agar persen kelulusan UN tinggi, dari Bupati kepada Kepala Dinas Pendidikan, kepada pengawas, kepada kepala sekolah dan berakhir di pangkuan Guru, kasian deh lu… dan sikap guru macam2, tapi umumnya, karena banyak yg PNS, ya patuh dan loyal dengan instruksi pimpinan. Akhirnya, setiap sekolah membentuk Tim Sukses UN (tidak hanya Pemilu kan ada Tim jenis ini…) yg dengan segala cara pula harus menyukseskan UN, artinya persen lulusan musti tinggi.

Saya berhipotesa juga, UNSD akan menjadi pemicu turunnya angka partisipasi kasar (APK) dan berakhir dengan turunnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM/HDI), mengapa ? Karena jika sebelumnya jumlah murid SD yg meneruskan ke SMP meninggi, karena tidak lulus UN, maka angka itu akan menurun. Tetapi nanti dulu, mungkin juga hipotesisku salah, bisa saja karena ada Tim Sukses tadi IPM kita meningkat pesat, ya toh ? Hipotesis lain, program wajib belajar (wajar) Dikdas 9 Tahun akan terhambat, mengapa ? Jika baru 6 Tahun sudah dicegat dan mulai banyak yang rontok, bagaimana akan bisa meneruskan ke Tahun ke 7 dst ? Jadi, rada aneh juga, ditetapkan sendiri target wajar 9 Tahun itu dan dihambat sendiri dan di…macem2in sendiri.

Menawar waktu UN:

Jika akhirnya, dengan segala resikonya UN harus dijalankan, sebuah pemaksaan seperti jaman Orba, mestinya warga pemilik anak didik diperbolehkan menawar waktu pelaksanaan UN sebagaimana pemerintah menawar bujet pendidikan yang 20% APBN dilaksanakan secara bertahap.

Tahap pertama, UN hanya dipakai sebagai alat pemetaan dan bahan evaluasi perbaikan masukan instrumental. Dengan UN cara ini, bujetnya akan lebih murah, karena pakar2 penelitian akan dengan mudah menentukan sampel SD yg akan di evaluasi. Hasil Evaluasi dipergunakan untuk memperbaiki SD mulai gurunya, metodenya hingga sarprasnya.

Jika, kondisi awal (common platform, kata politikus) SD seluruh Nusantara sudah tidak berbeda seperti bumi dan langit, barulah, mungkin di Tahun ke 10, barulah UN dilaksanakan di seantero Nusantara kepualauan ini dan ditetapkan sbg alat kelulusan murid SD.

Tetapi bisakah ?… entahlah

Nanang
Natal 2007


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: