Posted by: sopyanmk | 19/12/2007

Haji Sebuah Program Kemenangan Al-Islam


Syarat dan Prasyarat Haji

Saat in Haji masih menjadi program pavorit bagi umat Islam bahkan menjadi prospek bisnis yang menjanjikan. Dari berbagai kalangan dan aliran, usia tua dan muda, rakyat bahkan pejabat seolah berebut antri untuk mendapat daftar yang bisa untuk pergi. Ada yang mendapatkan ongkos dari menabung, kredit, jual tanah atau kekayaan lain, biaya dinas, bahkan bisa jadi hasil dari keuntungan berbuat maksiyat kepada Alloh. Ia berfikir semoga Alloh swt. Mensucikan dosanya. Naudzubilah. Padahal perintah itu jelas-jela berangkat dari surat 2:198 yang artinya:

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

!--more--
Dari penjelasan ayat di atas, ada banyak hal yang bisa kita kaji dan hal yang paling utama dari semua itu adalah ”Komitmen”. Kita bisa melihat betapa tegasnya statemen dari Alloh swt. ”barang siapa yang menetapkan niatnya”, jelas sekali bahwa ibadah Haji yang sering diistilahkan penyempurna rukun Islam bukan hanya sekedar ritual. Ada perumpamaan sederhana yang bisa kita diskusikan. Diantaranya:

  1. Tidak boleh rafats (berhubungan suami istri)

Ada satu nilai yang bisa kita dalami dari firman ini yaitu: ”Kita harus tahan terhadap segala macam kenikmatan duniawi. Selaku mujahidin, akan menjadi rendah nilai imannya ketika kenikmatan duniawi masih menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana mungkin memenangkan Islam dan menyempurnakan perjuangan padahal dalam kehidupan sehari-hari masih terus direguk secara berlebihan.

  1. Tidak boleh berbuat fasik

Sering kali dalam menuju langkah perjuangan, hujaman kefasikan datang silih berganti dan tiada henti. Perkara yang sepele sampai perkara yang rumit terus menerus menerjang kaum mujahidin yang siap memenangkan Islam. Bayangkan bagaimana mungkin seorang mujahidin mendapat gelar mabrur sedangkan tingkah polah, pola fikir, pola sikap, dan amal jama’i nya masih jauh dari syariah. Hanya berhenti dan berlutut ketika berada di depan Ka’bah. Menangis memohon ampun dan menyesali semua dosa ketika melihat Makam Rosululloh saw.

Sepulangnya? Hilang tak berkesan dan kembali sedia kala. Kebanggaan hanya sebatas koleksi foto, gelar haji di depan nama, dongeng pengalaman yang hampir tak berkesudahan dan diulang-ulang, sekumpulan asesoris dari hasil belanja, serta bingkisan hadiah benda yang tersebar kepada kerabat dan handai tolan yang datang menjemput. Selebihnya…. kembali sedia kala bergelut dengan dunia kefasikan.

  1. Tidak boleh berbantah-bantahan

Bagaimana tidak berbantahan, penetapan hari pun terus berbeda. Permasalahan halal vs haram, islam vs negara, syariah vs nafsu, perjuangan vs kenikmatan seolah menjadi peperangan yang tak berkesudahan. Jangankan memiliki energi untuk berjihad melawan kaum kufar, menyisakan sedikit untuk sesama umat pun menjadi berat. Sesama harokah saling terjang, saling klaim paling suci, saling mentakfirkan, saling memojokkan, bahkan tak merasa berdosa ketika menghancurkan harokah lain. Tidaklah lagi ingat ketika semua umat yang bersyahadat harus berpegang teguh pada tali Alloh swt.

  1. Harus selalu berbuat kebaikan

Satu orang berbuat baik, akan diikuti oleh dua puluh orang untuk berbuat baik dan akan terus berlipat. Dengan berbuat baik, kemengan akan terus bergerak dan mendekat. Tidak perlu takut untuk bermimpi menang selama umat terus berbuat yang terbaik. Instropeksinya hanya satu ketika kemenangan itu belum datang. Mungkin kebaikan kita tidaklah mencukupi untuk menjadi landasan terbang kemenangan.

  1. Berbekal taqwa

Sebagai mujahid Hajj, kemenangan itu memerlukan modal yang besar, tenaga yang cukup melelahkan, bahkan kesyahidan. Itu semua benar, namun modal yang dimaksud bukan hanya nominal uang. Untuk sebuah kemenangan perlu diyakinkan bahwa ”Taqwa” adalah yang paling utama. Berbekal taqwa tidak akan pernah ada peralatan dan perlengkapan yang tertinggal dan tidak berguna. Berbekal taqwa, semua hal menjadi penunjang dan penopang. Mungkin seperti moto pramuka ”tiada rotan akarpun berguna”.

Haji adalah Konsolidasi Umat

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. 5: 2)

Kita semua mafhum kalau tatalaksana yang sudah ditetapkan oleh Alloh swt adalah sebuah gambaran dalam tata kehidupan sosial kemasyarakatan umat Islam di dunia. Jadi tatanan yang diajarkan diatas bisa kita kaji dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dimanapun kita berada. Dari ayat di atas ada beberapa aspek yang seringkali terlupakan oleh ketatnya peraturan-peraturan dan norma sosial yang membelengu kita. Aturan di atas dapat kita kelompokkan menjadi:

  1. Janganlah kamu melanggar syi’ar-syi’ar Allah

Ini adalah statemen yang sepertinya mudah untuk disampaikan, didiskusikan, dan menjadi bahan kajian. Namun kalau kita mau jujur, seberapa besar langkah kita dalam menyebarkan syiar Alloh? Rasanya jangankan menyebarkan syiar Alloh ke suluruh alam, menjalankannya saja sudah kedodoran.

  1. Jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram

Dalam Islam ada beberapa bulan yang memang ditentukan sebagai bulan haram, namun kalau kita mau jujur bukankah semua bulan itu suci? Mungkin dalam keyakinan tradisi sekelompok kaum memang ada yang menyebutkan tanggal sial, bulan baik, tahun kesedihan dan lain-lain. Sayangnya berjuta bahkan mayoritas umat Islam tergoda dan tergerak untuk mengkajinya dan menjadikan pedoman dalam hidupnya. Sungguh ironi kalau kemenangan jihad di dasarkan pada perhitungan kaum musyrikin. Naudzubillaah.

  1. Jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya dan binatang qalaa-id

Jangankan manusia, binatang pun tidak seenaknya untuk dieksploitasi. Keseimbangan alam serta kontrol nafsu adalah menjadi prioritas. Hancurnya muka bumi oleh pemanasan global akibat dari keserakahan manusia sampai saat ini belum ada solusi yang bisa diandalkan. Bagaimana mungkin, kaum Amerika dan sekutunya dengan bangga menolak dan tidak ada satu kekuatanpun yang bisa menekan. Alhasil, kita harus bersiap untuk terus menghadapi bencana di bawah kenikmatan dan pesta pora kaum kapitalis.

  1. Jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari karunia dan keridaan dari Tuhannya

Membaca ayat ini serasa hina diri ini, bayangkan betapa banyak orang-orang yang tulus dan berkeinginan untuk mencari ridho Alloh harus hancur ditangan prosedur pengelolaan yang zalim. Kita harus jujur, bahkan kejadian para mujahidin tidak mendapat makan, kena penipuan, pemerasan, serta eksploitasi yang seringkali dilandasi undang-undang atau menekan dengan kedok keikhlasan. Sadarlah wahai kaum muslimin pengelola Haji. Tegaslah wahai penguasa, lapangkanlah urusan kaum mujahidin ini dalam mencari ridho Alloh, niscaya doa mereka akan kembali lagi kepada kita semua.

  1. Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu

Dalam Islam tidak ada ajaran yang mematikan naluri dan sunatulloh, asalkan semuanya dilakukan sesuai aturan dan tatakelola syariah. Berburu untuk memenuhi kebutuhan makan tidaklah dilarang bahkan dianjurkan demi mempertahankan hidup dan melanjutkan risalah. Jadi setelah semua kewajiban kita terhadap Alloh ditunaikan, maka Alloh pun mengizinkan kepada kita untuk menikmati keindahan Islam dan tetap waspada dari segala rongrongan penyakit lahir dan batin. Jadi, walau boleh berburu tapi Haji Mabrur tetap harus dipertahankan.

  1. Janganlah sekali-kali kebencian (mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka)

Sungguh luar biasa hukum Alloh, kita dilarang menghalangi orang lain untuk menuju rumah Alloh (rumah kemenangan/ rumah fath), tapi pada saat orang lain menghalangi kita diminta tetap menjaga kehormatan dengan tidak mengobarkan kebencian. Masih ingat dengan perjanjian hudaibiyah? Disaat sahabat frustasi dengan kebijakan itu, ternyata kuasa Alloh mampu menunjukkan bahwa kesabaran itu akan berbuah kemenangan.

  1. Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa

Jamaah, ini adalah kata kunci yang tidak bisa ditawar lagi. Tidak ada suatu institusi yang bisa berdiri sendiri dan berjalan apa adanya. Semua ajaran perlu sebuah komunitas dan aturan yang mengikat. Perlu manajemen yang permanen dan dapat diaplikasikan. Umat Islam dapat melakukan semuanya jika tumbuh suatu kesadaran bahwa untuk dapat komitmen dalam menjalan Islam dan terjaga dari berbuat kemungkaran adalah dengan hidup di dalam komunitas Islam yang teratur dan terstruktur.

  1. Jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran

Sering kali persekongkolan dan kecurangan dilakukan secara sistematis di berbagai belahan dunia. Akibatnya sampai saat ini korupsi masih tidak bisa diatasi, illegal loging tidak pernah bisa dihilangkan. Segala macam perbuatan dosa saling melindungi dan menutupi. Seolah ada simbiose mutualisma diantara mereka. Kuat sekali ikatan mereka, lalu mengapa ikatan Islam tidak sehebat mereka?

  1. Bertakwalah kamu kepada Allah

Sekali lagi taqwa, selalu diulang dan diulang. Seolah-olah Alloh tahu kelemahan umat manusia untuk memahami dan menyadari serta mengaplikasikan nilai taqwa dalam kehidupan. Bertaqwalah dengan cara dan ketetapan yang telah ditetapkan oleh Alloh swt, niscaya kita akan selamat dunia dan akhirat.

  1. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.

Selain taqwa kitapun harus mengenal beragam acaman dan siksaan dari Alloh kepada kaum pembangkan dan kaum-kaum yang sombong serta merasa akan hidup kekal abadi ditengah kemaksiatan dan kedzoliman. Belajarlah dan insyaflah wahai kaum pembangkang!!! Tunggulah saat kehancuran dan kehinaan yang akan datang segera, secepatnya, dan tak akan terduga.

Dan (inilah) suatu permakluman dari Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar, bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertobat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. (QS. 9:3)

Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang dzalim. (QS. 9:19)

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kepada para pejuang yang tengah berkeluh kesah untuk mendapatkan Ridho Alloh dengan meninggalkan segala kenikmatan duniawi, anak dan istri, jabatan, serta hal bermakna lain yang masih banyak orang menuhankannya.

Ya Alloh kuatkan kami berjuang demi menyempurnakan kewajiban yang sudah Engkau embankan kepada kami semua, Amin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: