Posted by: sopyanmk | 30/11/2007

Kesan-kesan mengikuti KGI (Konferensi Guru Indonesia) II


Hari kedua

Target sudah saya incar untuk terus menghadiri sesi-sesi yang ada pembicaraan tentang sekolah bertaraf internasional. Maklum, guru kan tidak boleh ketinggalan zama. Walau pengalaman mengajar di sekolah berwawasan internasional (Madania) pernah dilakoni selama lima tahun. Soalnya saya tidak mengerti kalau baca dari Juklak cara-cara sekolah biasa menjadi sekolah internasional. Sesi berkesan hanya dari Pak Jurgen Zimmer, bagaimana beliau mengembangkan sekolah untuk kehidupan (school for life) di Thailand. Rasanya mirip banget dengan konsep Pak Bahrudin, kalau kolaborasi keren tidak ya? Tapi belum tentu juga kali ya, sedangkan penjelasan dari Ibu Helen Morschel sedikit mengawang-awang dan saya yakin akan banyak guru negeri yang tidak mengerti penjelasan itu ke arah mana. Ngantuk banget pada sesi itu 

!--more--

Pada sesi parallel Session, saya memilih Ibu Capri dari Sekolah Tiara Bangsa dan Pak Wayan Rika dari SMAN 4 Denpasar. Lagi-lagi saya tidak menemukan inti dari sekolah bertaraf internasional. Yang bisa saya tangkap hanya penjelasan kurikulum yang lebih akomodatif. Sedangkan guru kita, masih rendah kepercayaan dirinya pada waktu menterjemahkan standar isi.

Yang saya salut justru cara Pak Rika mengelola SMAN 4, karena guru harus datang setiap hari, bahkan ada denda jika terlambat masuk atau pulang lebih awal. Keren… Serta ide students club untuk subject pelajaran. No wonder, kalau dalam olimpiade fisika misalnya, mereka juara karena mereka terbiasa melakukan kompetisi di dalam club. Ada jug ide menarik, yaitu:

  • Sister school dengan sekolah dari Singapura
  • Out bond guru dan siswa
  • Sebulan sekali siswa/i memakai pakaian tradisional

Walau mungkin ide ini tidak terlalu aneh, tapi saya melihat ada unsur keterbukaan. Semoga…

Yang paling lucu pada waktu sesi job a like (temanya MGMP) semua guru hampir dipastikan mereka menjawab dengan positif. Mungkin mereka takut nama baik sekolah dan daerahnya menjadi jelek hahahaha.. itu membuat saya tertawa, kalau seperti itu sama saja pergi ke dokter tapi tetep tidak mau mengakui kalau badannya sakit. Eh tepat tidak ya analoginya.

Setelah sesi itu sebetulnya ada sesi sharing dari presenter yang mewakili Negara Finlandia, Malaysia, dan New Zealand. Tapi saya lebih memilih diskusi dengan Kang Bambang mengenai permasalahan Sertifikasi. Luar biasa, saya sepertinya pesimis dan harus bersabar untuk perbaikan system ketika mendengar pengalaman para partisipan. Merinding dan ngeri sekali, mungkin tidak harus dibahas di sini…hehehe

Setelah Shalat Ashar, saya masuk ke sesi terakhir plenary lecture dari Bapak Quadra (Yayasan Sabah). Walau mungkin sedang ada konflik yang kurang enak, tapi penjelasan Pak Quadra membuka mata kita akan keberhasilan dan beberapa prinsip pengembangan pendidikan di Malaysia. Ada satu statement dari beliau yang terkenang dan dapat dijadikan alasan atas ketertinggalan kita dari Negara tersebut. Statement itu adalah, “Malaysia penduduknya 16 juta, sedangkan di Jakarta saja 17 juta”. Ya, gak aneh kan kalau system pendidikan kita kesulitan sekali mengembangkan metode yang tepat. Tapi apakah itu bisa dijadikan justifikasi?

Sesi terakhir sebelum penutupan adalah angina sorga dari Bapak Pranata (kalau tidak salah beliau direktur pelatihan Dirjen PMPTK). Beliau menjelaskan progress dan program pemerintah untuk meningkatkan mutu guru. Luar biasa, semoga berhasil dan tidak menguap oleh para koruptor. Amin

Sudah deh….

Eh terakhir, Desiree temen dari SFTI memperkenalkan saya dengan Cher Ping Lim… keren deh, sambil practice English….

Pokoknya… ruarrrrrrrrrrr biasa.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: