Pak Presiden yang terhormat,
Pertama-tama saya mengucapkan selamat atas dilantiknya Pak Presiden
untuk yang kedua kalinya. Harapan saya, semoga periode pertama bisa
menjadi pelajaran untuk dijadikan pembuktian kepada konstituen Bapak
untuk memberkan bukti bahwa pilihan itu tidak salah. Ada jutaan harapan
dari rakyat ketika kami memilih. Bukan sekedar karena kegagahan, bukan
karena kegantengan, bukan karena keramahan, namun saya berharap kami
bisa hidup lebih layak dan tidak berada dalam kesenjangan yang sangat
jauh menjulang.
Pak Presiden yang terhormat,
Hari ini…
Masih banyak bayi yang kekurangan gizi…
Masih banyak pemuda nganggur dan banyak yang memilih jalan melanggar hukum… mereka perlu lapangan kerja…
Masih banyak buruh dengan upah pas-pasan karena pengusaha kecil sulit mencari kredit untuk pengembangan usahanya…
Masih banyak petani yang sulit mencari pupuk bahkan yang asli sekalipun…
Masih banyak pedagang yang kesulitan mencari tempat jualan dan terpaksa di pinggir jalan…
Masih banyak sekolah yang rubuh dan kekurangan guru…
Masih banyak anak usia sekolah yang terpaksa memilih bekerja demi kehidupannya. ..
Harapan kami…
Bangunlah jalan dan jembatan yang bisa bertahan 1000 tahun sehingga
kami tidak selalu dihadapkan pada jalan bolong yang mengganggu laju
kendaraan butut saya…
Bangunlah birokrat yang jujur dan tidak arogan dan sok kuasa….
Berikan pelajaran kepada mereka akan kerja keras… cinta… dan ketulusan…
Bapak Presiden yang terhormat,
Jangan jadikan periode ini untuk menambah beban tanggung jawab yang sulit dipertanggungjawabk an di akhirat….
Tunjukkan kebenaran adalah kebenaran…
Tunjukkan kesalahan adalah kesalahan…
Kami siap berjuang bersama-sama
Salam,
Sopyan

