Saya punya mainan baru yaitu mengajar di salah satu SMA Boarding yang cukup terkenal di Bogor/Jakarta. Saya harus mengjar subjek Kewarganegaraan. Lumayan menantang dan harus betul-betul menunjukkan konsep pembelajaran yang akomodatif dan visioner untuk dapat diaplikasikan oleh siswa di masa yang akan datang. Namun seperti pepatah, tak ada gading yang tak retak pasti ada banyak kekurangannya. Untuk itu saya mohon masukan mengenai cara saya menterjemahkan SK dan KD menjadi indikator dan kegiatan. Mohon masalah bahasa inggrisnya jangan di complain ya saya lagi belajar dan membiasakan menulis dalam bahasa inggris hehehehe. Tolong komentar dan masukannya di tulis di koment supaya saya mudah untuk mengingatnya. Terima kasih
!--more--
PKN Kelas X Semester Genap
SK:
4. Menganalisis hubungan dasar negara dengan konstitusi
KD:
4.1 Mendeskripsikan hubungan dasar negara dengan konstitusi
Indikator:
· Siswa mampu mengetahui sejarah terbentuknya Pancasila
· Siswa mampu merasakan suasana kebatinan terbentuknya Pancasila
· Siswa mampu memahami polemik piagam jakarta dan mengambil hikmah dari sejarah tersebut
Kegiatan Kelas:
- Brai n storming, penugasan (internet research)
· Research dan Role play sidang penetapan Pancasila
· Debat pro piagam Jakarta dan pro perubahan
KD:
4.2 Menganalisis substansi konstitusi negara
Indikator:
· Siswa mampu memahami hakikat konstitusi di setiap negara (sosialis, kerajaan, kapitalis, ketuhanan)
· Siswa mampu melakukan perbandingan konstitusi dari berbagai negara (sosialis, kerajaan, kapitalis, ketuhanan)
· Siswa mampu mengkritisi dan melakukan kajian konstruktif terhadap konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia
Kegiatan Kelas:
· Library dan internet research
· Library dan internet research presentasi (power point)
· Constitution research dan presentation
· Library dan internet research
· Library dan internet research presentasi (power point)
· Constitution research dan presentation
KD:
4.3 Menganalisis kedudukan pembukaan UUD 1945 Negara Kesatuan Republik Indonesia
Indikator:
· Siswa mampu mengetahui isi pembukaan UUD 1945
· Siswa mampu memahami isi dan makna pembukaan UUD 1945 secara kontekstual
· Siswa mampu menganalisis kedudukan Pembukaan UUD 1945 dalam struktur perundang-undangan
Kegiatan Kelas:
· Library research
· Analisa dan bedah pembukaan UUD 1945
· Library dan internet research
KD:
4.4 Menunjukkan sikap positif terhadap konstitusi negara
Indikator:
· Siswa mampu memahami aplikasi konstitusi secara kontekstual dalam kehidupan sehari-hari
· Siswa mampu menganalisis bagian-bagian dari konstitusi yang belum dilaksanakan secara maksimal
· Siswa mampu melakukan evaluasi diri terhadap kegiatan-kegiatan yang merupakan pengamalan konstitusi negara republin indonesia.
Kegiatan Kelas:
· Renungan dan diskusi interaktif
· Constitution research
· Renungan dan diskusi interaktif
SK:
5. Menghargai persamaan kedudukan warga negara dalam berbagai aspek kehidupan
KD:
5.1 Mendeskripsikan kedudukan warga negara dan pewarganegaraan di Indonesia
Indikator:
· Siswa mampu memahami konsep warga negara
· Siswa mampu memahami konsep pewarganegaraan
· Siswa mampu menganalisis undang-undang kewarganegaraan di Indonesia
· Siswa mampu menganalisis kasus anak hasil kawin campur dengan warga negara asing
· Siswa mampu memahami syarat-syarat menjadi warga negara Indonesia dan hal-hal yang menyebabkan lepasnya kewarganegaraan Indonesia
Kegiatan:
· Internet research
· Presentation
· UU Kewarganegaraan research
· Cases Study
· Ahmadiyah and PKI case, Museum walk activities
KD:
5.2 Menganalisis persamaan kedudukan warga negara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan negara
Kegiatan:
· Siswa mampu memahami hak dan kewajiban warganegara
· Siswa mampu menganalisis kesenjangan perlakuan pemerintah terhadap warga negaranya
· Siswa mampu menunjukkan kasus-kasus ketidak adilan di Indonesia antara warga negara vs warga negara, pemerintah vs warga negara
· Siswa mampu menunjukkan peraturan-peraturan yang hanya menguntungkan salah satu golongn
· Siswa mampu menunjukkan aparat atau lembaga-lembaga yang sering berlaku tidak adil terhadap warga negara
· Siswa mampu memberikan solusi dari kasus-kasus di atas
Kegiatan:
· Internet/library research
· Kliping
· Analytical Cases
· Analytical Cases
· Debate Competition in the classroom
· Debate Competition grade X
KD
5.3 Menghargai persamaan kedudukan warga negara tanpa membedakan ras, agama, gender, golongan, budaya, dan suku
Indikator
· Siswa mampu memahami keanekaragaman ras, agama, gender, golongan, budaya, dan suku di Indonesia
· Siswa mampu mengklasifikasikan kebudayaan dan karakteristik masyarakat Indonesia
· Siswa mampu menunjukkan tindakan-tindakan pelanggaran hukum yang berdasarkan perbedaan keanekaragaman ras, agama, gender, golongan, budaya, dan suku di Indonesia
· Siswa mampu mengapresiasikan sikap positif terhadap teman yang berbeda ras, agama, gender, golongan, budaya, dan suku di Indonesia
· Siswa mampu menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang kurang beruntung walaupun berbeda ras, agama, gender, golongan, budaya, dan suku di Indonesia
Kegiatan:
· Making tribe profile
· Making Religion profile
· Making Gender profile based on local tradition
· Analyze against human right cases in Indonesia
· Appreciation day
· Appreciation day
SK:
6. Menganalisis sistem politik di Indonesia
KD:
6.1 Mendeskripsikan supra struktur dan infra struktur politik di Indonesia
Indikator:
· Siswa memahami konsep supra struktur politik di Indonesia
· Siswa memahami konsep infra struktur politik di Indonesia
· Siswa memahami kinerja supra dan infra struktur politik di Indonesia
· Siswa memahami kelemahan kinerja supra dan infra struktur politik di Indonesia
· Siswa mampu memberikan solusi dalam upaya memperbaiki kelemahan supra dan infra struktur politik di Indonesia
Kegiatan:
www.kpu.go.id/peraturan_uu/uu_susduk.htm research
KD:
6.2 Mendeskripsikan perbedaan sistem politik di berbagai negara
Indikator:
· Siswa mampu melakukan komparasi sistem politik di berbagai negara berdasarkan ideologi dan sistem pemerintahannya
· Siswa mampu menganalisa signifikansi antara sistem politik dengan kebijakan politiknya
· Siswa mampu menganalisa perbedaan ideologi partai dengan kebijakan politiknya ketika memimpin negara (studi kasus partai demokrat dan partai republik di USA, partai buruh dan partai republik di Australia)
· Siswa mampu menganalisa perbedaan kebijakan publik parpol pada waktu berkuasa (studi kasus PNI, Golkar, PDIP, dan Partai Demokrat di Indonesia)
Kegiatan:
· Invite the ambassadors to the school
· Presentation report
· Invite political analyst keynote speaker
· Invite the representative of political party
KD:
6.3 Menampilkan peran serta dalam sistem politik di Indonesia
Indikator:
· Siswa mampu mengetahui nama-nama partai politik yang telah mengikuti pemilu tahun 2004
· Siswa mampu mengetahui ideologi partai politik serta program-program partai yang bersangkutan
· Siswa mampu menganalisa kelebihan dan kesesuaian ideologi partai politik dengan program-program yang merakyat
· Siswa mampu membuat partai politik yang dianggap paling sesuai dan dapat diterima oleh rakyat.
Kegiatan:
· Creating political Party projec



Bagus kang.
Kebetulan itu kan materi semester besok, jadi bisa buat perbandingan dan memperkaya RPP saya di kelas.
Pembelajaran dengan melibatkan siswa secara optimal akan lebih asyik bagi anak dan juga kita (guru) tentunya.
kalau boleh usul kang, pada saat pembelajaran nanti didokumentasikan (photo/film) sehingga bagi-bagi untuk yang lain atau bahkan yahun depan bisa ikut LKDP (Lomba Keberhasilan Guru Dalam Pembelajaran ) tingkat nasional.
Saya lagi pusing nyusun modul untuk semester
besok, materinya yang akang bikin di atas.
Kali bisa bantu…
Modul baru 50 % jadi, tinggal setengah lagi. Daripada pakai modul orang lain, kan lebih baik bikin sendiri.
makasih.
By: deni on 15/01/2008
at 3:11 pm
Nyusun modul seperti apa Deni? kenapa mesti pusing? Ah Deni bisa aja, itu kan gampang…. apa sih yang bikin sulit, toh kita yang ngatur…! telpon aja kalau mau dibantu.
Untuk dokumentasi sih udah pasti, malah sekolahnya dukung buanget buat publikasi sekolahnya…. dan juga buat pelatihan dan sharing ke para guru, kali aja rencana bikin konferensi guru PKn se Indonesia jadi. hehehe
Ikut lomba LKDP? males ah takutnya tidak fair, motivasi udah hebat eh malah dikadalin. Mending aja share langsung ke temen2 kan malah asyik
dasar orang takut kalah ya…
By: sopyanmk on 15/01/2008
at 10:23 pm
Kang Sopyan,
saya barusan menulis agak panjang lebar, tetapi langsung saya klik ‘submit’, padahal nama dan alamat e-mail belum saya isi. ketika saya kembali ke halaman ini, eeeh, semua tulisan hilang.
intinya,
KD = kompetensi dasar.
kompetensi = sesuatu yang dapat dilakukan atau dikerjakan orang.
hasilnya harus bisa dilihat, diamati, didengar (ungkapan lisan).
jadi rumusan indikator hendaknya mengungkap apa yang bisa dilakukan seseorang dan bisa kita lihat, dengar, atau amati.
contoh
“mampu mengetahui nama partai politik”
dari mana kita tahu bahwa dia tahu?
>> mampu menyebutkan/menuliskan
‘mengetahui’ sebaiknya JANGAN digunakan untuk rumusan indikator.
Anda minta, bahasa jangan di”complain”. kalau Anda mengajar 200 siswa sesuatu yang keliru, maka 200 orang akan berbuat keliru seumur hidupnya. terus, gimana dong?
contoh kecil:
merubah atau mengubah?
kata dasarnya apa? rubah atau ubah?
awalannya apa?
ini contoh hal sepele, tapi jika kita kita keliru, satu generasi akan berbuat kekeliruan yang sama.
inilah beratnya beban tanggung jawab orang yang berprofesi GURU.
sampai jumap & salam,
bag
By: bag on 16/01/2008
at 5:43 am
ikut lomba, ya don’t pesimis!
Justru ajang pembuktian apakah inovasi dan kreativitas kita betul-betul memenuhi standar panitia gak?
Soal dikadalin gaknya, ya ga tau selama belum atau tidak ada bukti.
Lomba semacam itukan, bisa untuk nambah kantong akang juga, total hadiah 1 miliyar kan lumayan toh…
Peserta yang dipanggil ke Jakarta dapat 6 juta, yang juara 1 dapat 15 juta. katanya sih…
Inovasi pembelajaran apa aja nih yang udah dikembangkan? khususnya untuk PKn agar pembelajaran lebih menyenangkan dan berhasil.
By: deni on 17/01/2008
at 4:02 pm
ya lihat saja di atas, itu kan sudah menarik buangettttttttttttttt menurut abdimah… (narsis buanget ya) itu kan berbasis aktifitas siswa. Siswa bukan lagi subjek tapi objek, coba aja diamati dengan seksama, mungkin ada beberapa hal yang bisa diaplikasikan.
ya mudah-mudahan saja salah mengenai lomba, abis ketua MGMP suka bilang bahwa ia berhasil melobi juri agar utusannya menang… kan jadi malesss. Alasan lain, jarang terinformasikan tuh. Mending cari aktifitas berbagi dengan sekolah lain atau temen2 lain.
Lagi setting konferensi PKn dengan kang Yayat Den, mau ikutan? tapi harus ke bogor dong…
By: sopyanmk on 17/01/2008
at 4:30 pm
Abdi di Purwokerto, tebihhhhh…
Ngiring beri support aja…
Abdi kecewa dengan IKA UPI, gak dewasa ya…
By: deni on 18/01/2008
at 5:12 pm
Salut buat Mr. Sopyan….!!!
Semoga semua mimpi indah jadi kenyataan.
Terima kasih infonya ya.
Teruslah berkarya, jangan pernah mengeluh dan menyerah sebab Yang Maha Kuasa sangat Adil.
Salam
Ayu
SBI Madania.
By: Gusti Ayu Sutini on 05/02/2008
at 8:40 am
Terima kasih Ibu Ayu, aduh dah lama gak main ke Madania. Bagaimana murid-murid agama Hindu nya. Buku yang dulu dipinjamkan cukup menginspirasi Bu, Terima kasih
By: sopyanmk on 05/02/2008
at 6:50 pm
boleh nanya gak???
“dasar-dasar hukum kedudukan warga negara dalam kehidupan dan sosialisasi berdasarkan suku” apa???
Tolong cepat di jawab,iia……
soalnya ini tugas pkn untuk hari senin.
a million thanks before………….!!!
By: sari on 23/02/2008
at 7:42 pm
Halo sari, apa ya? tapi kalau mau lihat perundang-undangan silahkan buka UUD 1945 BAB X pasal 26 dan 27 atau silahkan cari di UU No. 12 tahun 2006. Sari sedang belajar dimana? Salam kenal ya
By: sopyanmk on 24/02/2008
at 3:12 pm
ehm………………
baca tulisan bapak guru lumayan wat motivasi tuk ngajar lebih baek lg………….
cayo……………..
By: nira on 12/04/2008
at 4:02 pm
oya pak guru leh donk share wat mata pelajarn Kn, coz saya guru Kn ds’buah SMA yg jauh dipedalamn kalimantan selatan yang jauh dari hiruk pikuk ramenya kota n’ canggihnya IPTEK, gmn yah mmberikan pembelajarn yg bs mmberikan nilai lebih pada mereka agar gx terkesan teori aj, tp bs diaplikasikan dalam kehidupan sehari2………………
kadang biz ngajar duuuuuuuuuuuuuuuh rasanya gregetan bgt coz sarana n’ prasarananya minim bgt.
thx ya pa’
By: nira on 12/04/2008
at 4:10 pm
wah ide menarik, di kalsel pasti punya banyak resource lokal yang bisa diperdayakan. Silahkan jika ada hal2 yang ingin ditanyakan. Semoga kita bisa bertukar informasi.
Salam
By: sopyanmk on 14/04/2008
at 10:07 pm
Salam Kenal Pak Guru…
Wah senang banget nih pas lihat situs anda, kaya menemukan oase di tengah padang pasir, coz saya guru PKn dan lumayan membosankan banget bagi anak-anak untuk menyimak pelajaran PKn.
Tolong dong kasih masukan biar anak-anak happy dalam belajar PKn di sekolah.
Thank’s banget ya.. Mudah-mudahan ini menjadi sumber inspirasi bagi saya guru PKn. Boleh juga tuh kalo ada pertemuan guru PKn se-Indonesia biar bisa berbagi pengalaman.
By: Mariyamah on 20/06/2008
at 12:58 pm
Salam kenal juga Ibu Mariyamah, sebetulnya kita akan melakukan pembelajaran yang menyenangkan jika kita mau meneliti kurikulum dan membaca SK/KD dan mau merancang sendiri indikator sesuai dengan situasi dan kondisi siswa. Saya lebih membiarkan siswa menemukan hal baru di luar buku paket dibandingkan dengan mereka hanya terkungkung di buku paket. Nah… kalau sudah begitu anak2 menjadi tidak bosan karena tidak buku paket oriented
. Setuju kan? Itu langkah awalnya.
By: sopyanmk on 21/06/2008
at 3:05 am
salam kenal pak Sopyan.. saya ilham, kira2 apa yang musti diprepare untuk jadi seperti bapak? dan how can i goes to America to continuing my studies. i’m graduated from Darul Muttaqien. Bogor.. maksih pak.
By: ilham on 25/10/2008
at 10:30 am
Assalaamualaikum Mas Ilham,
Ada banyak hal yang harus kita siapkan untuk bisa maju,
* berdoa
* komitmen
* berusaha
* bekerja keras, dll
Sehingga program apapun atau cita-cita apapun mampu kita capai. Mungkin tidak hari ini, tidak bulan ini, tidak tahun ini, bahkan mungkin tidak kita dapatkan dalam hidup ini. Tapi Allah akan selalu mencatat setiap niat dan usaha kita.
Mas Ilham sudah bekerja dimana?
By: sopyanmk on 26/10/2008
at 2:25 am
saya mahasiswa jurusan pkn neh….. saya binguuuuuuuung baged. kenapa ya dosen pkn tu nyebelin semua!!! masa tugas yang kita buat dengan susah payah dibuang ke tenpat sampah. kurang ajar banged kan…..
By: obet on 27/10/2008
at 7:51 pm
Mas Obet,
PKn di Universitas apa? Hal tersebut menurut saya jangan dijadikan masalah. Biar tugas-tugas kita tidak dibuang begitu saja. Simpan file selama kuliah di blog. Jadi walau oleh dosen dibuang. Oleh kita tetap bisa diabadikan.
Jangan pernah menggantungkan kebutuhan dan kehormatan kita kepada orang lain. Bangunlah citra diri menjadi lebih baik oleh diri kita, setelah itu biarkan orang lain yang menilai kita.
Bagaimana?
By: sopyanmk on 28/10/2008
at 2:37 am
Saluuut buat akang Sopyan….. tp yang kls XI dan XII nya manaaa….?
By: Betepe on 12/11/2008
at 7:31 pm
ada… belum sempet upload aja Pak, kalau Bapak punya… kirim saja nanti saya upload hehehehe
By: sopyanmk on 12/11/2008
at 7:56 pm
wah asyik nih dapat banyak pengunjung jadi bermanfaata banget yah tulisannya. om kok gak nulis untuk SMP sih, kan sekarang dah ngaja PKN lagi di Schoolnya. oh ya om sumbang saran nih, kegiatannya setiap KDnya banyak banget apa gak kerepotan ngatur waktunya tuh. emang disetting untuk berapa kali pertemuanmasing-masing KD nya Om. oh ya untuk KD terakhir tentang peran serta dalam sistem politik, saya juga pernah melakukan tuh, asyik juga anak-anak reatif buat parpolnya. dan lebih asyik lagi kalau kita setting debat antar partai politik yang mereka buat. biar mereka sekaligus merasakan kalau terjun k ke dunia politik menjadi seorang juru kampanye. ditunggu yah untuk tingkat SMp nya buat bahan sharing gitu loh
By: asep on 19/12/2008
at 9:30 pm
Hehehehe… biasa, kadang-kadang kita buat kalau ada order. Untuk disekolah, santai saja nih… Habisnya, dulu pernah buat dengan konteks yang berbeda gak ada yang mau. katanya susah ngajarnya kalau gak ada di buku. Gimana dong…?
By: sopyanmk on 20/12/2008
at 5:03 am
minta advise pembuatan modul yang yahut dan aplikatif dan memuat nialai-nilai kepemimpinan Islam
By: muni muriani on 16/01/2009
at 1:53 pm
Wah Ibu Muni yang baik hati, sepertinya proyek ini cukup menggiurkan untuk menjadikan generasi muda kita menjadi pemimpin yang idealis dan realis. Saya jadi tertarik… bagaimana atuh kalau kita kolaborasi. Sepertinya pasti akan lebih baik…
By: sopyanmk on 16/01/2009
at 9:33 pm
di sekolah saya, pkn kalah minat sama mafikibi, tahu senduirikan? IC kan ipa mainded.
kapan mau ke Alkausar lagi? kemarin pas diobservasi ngajar, sy sma sekali gak pake media apapun loh
By: muni muriani on 19/01/2009
at 11:50 am
ass,,,
ku seorang pelajar SMA N 2 pematang siantar,,,
aku tuh sebel ngelihat guru pkn,,
ku bukan sebel lht pelj nya,,,
guru kami itu krja nya nanya melulu,,
ketika baru mazuk klz,,
dia lgzung nanya topik pelaj nya,,,
kan kmi lom tau,,,
itu yg bikin ku sebel,,,
tp klo dia nyuruh buat pr ku senang bgt,,
apalagi pr nya disuruh buat makalah…
klo disuruh buat makalah,,diantara temen2 ku pazti aku yg di suruh mempersentase kan,,,
By: Ricky on 23/03/2009
at 2:47 pm
Aduh, sedih juga Bapak dengarnya…
Lalu, kenapa Ricky tidak bilang kalau hal ini tidak menyenangkan? Kan bisa dikomunikasikan…
Ayo… kamu pasti bisa menyelesaikan masalah itu.
BTW… keren juga kalau kamu sudah jago presentasi. Keep going.
Salam,
By: sopyanmk on 23/03/2009
at 3:45 pm
Aku puny guru pkn super ga berguna.
Soalny yg dy kerjain cuma baja apa yg tertulis d buku cetak.
Tanpa dijelaskan, tanpa ditambahkan info lainny, cuma plek dibaca doang.
Sebel bgt. Mkany klo pljaran pkn biasany sy mlah tdur aj skalian, toh kalo cuma baca, saya jg bisa sndri. >.<
By: Ji Yul on 03/06/2009
at 11:37 pm
beruntung aku bs kenal sesama guru pkn,artx qt bs brtukar pkiran
By: adhie jhie on 15/07/2009
at 9:38 am
ass. lam kenal pak..sya ngajar pkn di tingkat MA di Banjar. saya ingin punya banyak temen sharing tentang pembelajaran PKn, termasuk bapak. apalagi di banjar masih minim guru yang kualifikasi akademiknya dari Pkn, termasuk saya salah satunya. mungkin kita bisa share banyak hal kedepannya..
By: eva on 06/02/2010
at 12:31 pm
makalah pkn tentang ketidak adilan penerapan hukum di indonesi
By: randy on 25/11/2011
at 3:30 pm